Pagi2 buta kami sudah bangun dan bersiap menuju Hongkong – Macau Ferry Terminal naik MTR. Naik dari stasiun Tsim Sha Tsui dan turun di stasiun Sheung Wan. Jarak dari stasiun Sheung Wan ke Ferry Terminal ga jauh. Sampai di Ferry Terminal, kami langsung beli tiket di konter tiket yang tersedia (informasinya cukup jelas kok). Harga tiketnya H$ 164 (IDR 290K).

Kapal ferry kami berangkat jam 9.45 tepat. Kapalnya sangat nyaman, khusus penumpang aja (bukan kayak kapal ferry Surabaya-Bali gitu yang juga bawa mobil dan truk). Jadi begitu masuk kapal, isinya kursi2 dan ada mini bar-nya dimana kamu bisa beli makanan dan minuman di situ.

Sampai di Macau Ferry Terminal, kami menuju ke tempat imigrasi. Lagi2 aku deg2an bakal disuruh pulang, hahaha. Sebelum passportku dicap, aku sempet diperiksa full body gitu. Rasanya agak diskriminasi sih karena ga semua turis dicek full body gitu lho. Terus aku juga ngerasa kalau orang2 di Macau itu pada ngeliatin aku dari atas ke bawah.
Setelah lolos proses imigrasi, kami naik bus menuju hotel. Kami turun di depan Senado Square dan (harusnya) tinggal jalan lurus aja dan masuk di gang kedua. Tapi kami nyasar muter2, nanya orang2 bahkan polisi tapi mereka ga bisa Bahasa Inggris (omaigat, kejadian di Thailand terjadi lagi). Akhirnya kami memutuskan untuk cari Wifi dan lihat google maps sampai dua jam kemudian kami berhasil menemukan hotel kami.
Hou Kong Hotel, Double Room, IDR 835K/malam
Travessa das Virtudes No. 1, Macau, Macau
Hotel kami dekat dari Senado Suare, tinggal jalan 5 menit aja. Nah, perjalanan kami pun dimulai dari Senado Square.
- Senado Square

Bukan cuma ada lapangan, tapi ada banyak resto, gereja, dan kantor pos. Kalau mau cari Portuguese Custard Tarts yang super enak itu, di sini banyak yang jual. Harganya sekitar MOP 5-10.
- Ruin of St. Paul’s

Kalau kamu menyusuri Senado Square, kamu akan menemukan tempat ini. Ruin of St. Paul’s menjadi landmark-nya Macau yang merupakan salah satu peninggalan Gereja Katedral terbesar di Asia. Sayang, waktu itu lagi rame banget jadi ga bisa puas berfoto disana.
- A Ma Temple

Dari Senado Square, naik bus jurusan Barra, dari sono tinggal jalan aja, ngesot juga boleh. Di dalamnya banyak orang sembahyang jadi aku ga masuk.
- Museu Maritimo

Terletak di 1 Largo do Pagode da Barra, Macao merupakan museum maritim yang ada di Macau. Oiya, nama2 jalan dan tempat di Macau pakai Bahasa Portugis ya karena mereka jajahan Portugis.
- Coloane Village

Masih di sekitar A Ma Temple, tempat ini adalah sebuah desa yang letaknya dekat pantai Cheoc Van dan Hac Sa. Terdapat juga alun-alun Parque Eanes dipenuhi dengan banyak restoran Portugis dan Makau.
- Macau Tower

Dari A Ma Temple naik bus no 18 turun langsung di Macau Tower. Saran kalau mau ambil foto yg keliatan full towernya, ambil dari square yg ada di seberang. Di sini bisa Bungee Jumping lhoo, cuma bayar MOP 20.
- Panda Village

Panda Village lokasinyadi Estr. de Seac Pai Van, Macao cukup jauh dari perkotaan. Harus naik bus yang melewati City of Dreams dan harus jalan sedikit. Sesuai namanya, disana kita bisa lihat panda (maklum di Indonesia ga ada panda jadi dibela2in deh kesini). Ternyata panda itu hewan paling malas dan super menggemaskan, hihihi.
- City of Dreams

Semacam Las Vegas-nya USA, disini terkenal dengan tempat judi terbesar di Asia. Ga heran kalau di area sini banyak terdapat hotel2 bintang 5 yang super mewah. Bahkan denger2 ada hotel yang di dalemnya ada akuarium dimana ada “putri duyung”nya lho (WOW!)
- The parisian

Salah satu hotel mewah yang ada di tempat ini. Iseng2 cek harganya sekitra IDR 2500K/malam. Dari luarnya aja udah super mewah, gimana dalemnya ya?
FYI, transport di Macau adanya cuman bus dan agak membingungkan jadi better cari tau dulu sebelum berangkat atau donlot dulu aplikasinya. Tarif bus sekitar MOP 3,2 – 6,4 tergantung jarak. Siapin uang pas. FYI juga, klo orang sana jarang ada yang bisa Bahasa Inggris, baca alfabet aja susah jadi yaa yang sabar aja.