Exploring Gili Labak, Madura

Exploring Gili Labak, Madura

Beberapa waktu lalu, aku diajakin temen2 (bolang) ke Gili Labak, Madura. Ini adalah acara traveling paling dadakan dalam sejarah travelingku so far. Aku baru di-whatsapp Sabtu subuh padahal berangkatnya Sabtu malem. Tanpa persiapan apapun, aku iya-in aja karena kebetulan aku lagi free (maklum lah, jomblo, haha). Dengan berbekal 300ribu, masker snorkeling, dan beberapa baju, aku menuju meeting point yang sudah disepakati bersama (di kos salah satu temen). Aku standby di sana mulai dari jam 4 sore (karena menurut kesepakatan kita berangkat jam 5 sore). Apalah daya kenyataan tak selalu sama dengan harapan, kita baru berangkat sekitar jam 7 malem, itupun mampir makan bebek super antri dulu di daerah Tugu Pahlawan. Alhasil, kami baru benar2 meninggalkan Surabaya jam 10 malem.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, tibalah kami di Sumenep sekitar jam 2 malem. Sampai disana kami disambut ibu2 yang punya penginapan yang sudah kita pesan sebelumnya. Bukan penginapan biasa (jangan membayangkan penginapan dimana kita bisa tidur nyenyak di dalem kamar ber-AC dengan segala fasilitas yang ada ya), kenyataannya kita hanya disediakan 1 kamar (padahal kita berdelapan). Akhirnya kita memutuskan untuk memberikan salah satu temen yang udah capek nyetir kamar tersebut, sementara yang lain tidur ala ikan pindang di ruang tamu (tanpa sleeping bag, bantal, apalagi guling atau selimut) bersama backpacker2 lain yang saat kami datang udah pada tidur.

Sekitar jam 3 dini hari, kami dibangunkan oleh suara mas2 yang ga tau darimana datengnya. Ternyata dia yang punya tour serta penginapan tersebut. Sebelum nyebrang ke Gili Labak, mas tersebut (aku lupa namanya) memberikan sedikit info2 penting, membagikan masker dan pelampung, dan tak lupa kita berdoa dulu (biar selamet sampe tujuan gaes). Setelah itu, kita menuju perahu yang sudah diarahkan oleh mas guide-nya. Perjalanan ke pulau Gili Labak yang dimaksud memakan waktu sekitar 2 jam, terapung2 di tengah laut dari dini hari sampai matahari terbit bener2 pengalaman pertama buat aku. 

Jam 3 dini hari
Jam 5 subuh

Jam 5 subuh, tibalah kita di Gili Labak. Kenapa pagi2 banget nyeberangnya? Katanya sih biar ga rame dan bisa menikmati pulau dengan lebih leluasa. Bener banget, pas kita nyampe di pulau itu, baru ada rombongan tour kita aja, jadi bisa foto2 dengan bebas tanpa gangguan “cameo”, haha.

This image has an empty alt attribute; its file name is PicsArt_1447238073857.jpg
Serasa lau tmilik sendiri

Puas berfoto, kita nyemplung deh ke laut alias snorkeling. Sayangnya, kamera baru dibagikan di siang hari jadi udah agak telat sih foto2 bawah lautnya.

Sebelum nyemplung

Jam 1 siang kita istirahat smabil makan ikan. Sebenerya aku ga suka ikan, mual, tapi daripada ga makan (namanya juga di laut, mana ada pizza, hehe). Setelah makan, kita nyemplung lagi tapi dengan spot yang berbeda (agak ke tengah laut). Puas nyobain 3 spot, dan waktu juga udah sore, akhirnya kita memutuskan untuk pulang (karena besok senen udah pada kerja). Kita diantar dengan perahu yang sama, menempuh 2 jam perjalanan yang sama, dan terapung2 di lautan yang sama. Sampai di penginapan, ternyata orang2 udah pada antri buat mandi. Kamar mandi yang disiapkan sih banyak tinggal pilih aja mau yang gratis (antri banget) atau yang berbayar (antri dikit). Aku dan teman2 pilih yang berbayar aja biar cepet.

Selesai mandi, beberes, dan sebentar melepas lelah, kami pun berangkat menuju Surabaya sekitar jam 4 sore. Sempet mampir makan malem di Sampang sambil sekedar ngobrol cantik, kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Jalanan sudah lumayan sepi dan temen2 udah pada anteng (tidur pules red.), termasuk aku. Pas bangun eh udah sampe rumah dengan selamat. 

Leave a comment