Hotel Review – Novotel Surabaya Hotel and Suites

Hotel Review – Novotel Surabaya Hotel and Suites

Kali ini saya akan review sedikit mengenai Novotel Surabaya and Suites. Sebenrnya sudah review di traveloka sih cuman kurang puas jadi aku tambahin deh review disini, hehe. Sekilas info, saya dan suami memang sering staycation gitu untuk sekedar quality time pas weekend. Kenapa ga quality time di rumah? Ya biar beda suasana aja sih. Bukan niat mau menghambur2kan uang, cuman kadang pengen majain diri sendiri kan ya dengan uang yang susah payah kita dapatkan. Nah, kali ini kami ga sekedar staycation, tapi ada rencana shooting untuk pembuatan video competition. Karena rumah kami yang sempit jadi ga memungkinkan bikin video disana. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menginap di Novotel.

Di Surabaya ada 2 hotel Novotel ya buibu. Novotel lama yang ada di Ngagel dan Novotel Samator (baru) ada di Kedung Baruk. Sebenernya cukup pusing milih hotel yang pas untuk keperluan shooting karena kita butuh banyak spot bagus. Setelah semaleman cari di Traveloka (plus cari promo) akhirnya kami memutuskan menginap di Novotel Surabaya and Suites berdasarkan banyak pertimbangan. Yuk mulai reviewnya ya.

Dari segi tempat, dibilang strategis sih ga juga ya. Lokasi hotelnya berada di Jalan Ngagel, di seberang sungai. Bukan berada pas di pusat kota jadi ga begitu crowded. Hotelnya deket sama Alfamart, tinggal jalan aja ke arah pom bensin. Kalau mau ke Mall, yang tedekat adalah Marvel (tapi jangan jalan ya, jauh). Mallnya ga begitu besar tapi cukup lah buat cuci mata dan isi perut. Hotel ini cukup dnkat dengan Kebun Binatang Surabaya (9 menit), Taman Bungkul (11 menit), dan daerah pusat kota (15 menit).

Dari segi makanan, wah ini super enaaaak. Saya pesen nasi goreng kampung dan soto untuk makan malem dan rasanya luar biasaa meskipun daging di nasi gorengku ada yang alot (susah digigit). Untuk minumannya kami pesan ice chocolate, ini juga enak banget, semacam chocolate floatIce creamnya creamy soft gitu dah. Tapi untuk minumanku, milkshake avocado, pait cuy. Nah gimana untuk breakfastnya? Pilihannya ga sebanyak di Hotel Bumi tapi enaaak2 semua. Aku makan nasi goreng, ayam asem manis, sama sosis. Minumnya bisa milih, mau teh/kopi anget atau es susu segar, jus jeruk, jus jambu, jus melon. Skye juga suka buburnya.

Dari segi harga, per malam Rp 800ribuan untuk kamar Double Superior udah termasuk breakfast untuk 2 orang. Tapi karena dapet potongan dari Traveloka jadi cuman Rp 700ribuan (terima kasih Traveloka). Kamu juga bisa milih mau pemandangan kebun, pemandangan kolam, atau dengan teras (yang ini harganya lebih mahal karena begitu keluar kamar langsung bisa gelesotan di kebun). Saya pilih yang pemandangan kebun biar bisa lihat yang ijo2. Ada harga ada rupa, begitulah kira2 gambarannya. Dengan harga segitu, worth it banget kok untuk menghabiskan weekend bersama keluarga. 

Dari segi fasilitas, Novotel termasuk hotel yang fasilitasnya cukup lengkap. Kamarnya luas (tapi sayang ga ada bathubnya) dilengkapi dengan balkon untuk menikmati pemandangan. Kolam renangnya juga gede banget, ada prosotannya di kolam renang anak. Hotel ini juga sering dipakai untuk acara2 kantor dan wedding lho. Tamannya luaas banget dan banyak tempat yang bisa dijelajahi. Yang saya baca sih ada adventure spotnya dimana anak2 bisa ngasih makan rusa tapi saya ga nemu. Terus ada lapangan tenisnya juga. Lengkaap deh pokoknya. Skye juga hepi kok explore kesana kemari.

Overall, sangat puas dengan hotel ini. Yes, definitely kita bakalan kesana lagi dong 🙂

9th Month, Days Without Mom

9th Month, Days Without Mom

Ini pertama kalinya Skye ditinggal mamak selama 4 hari. Sebenernya mamak ga tega sih karena Skye masih ASI eksklusif dan belum pernah ditinggal selama seharian full. Tapi mamak ada acara kantor ke Kuala Lumpur selama 4 hari jadi mau ga mau harus ditega2in. Untungnya ibu mertua mau membantu menjaga Skye di Surabaya (terima kasih bu). Sejak sebulan sebelumnya, saya sudah rajin perah ASI. Alhamdulilah ada 9 stock ASI dengan masing2 160ml untuk Skye. Ditambah sufor yang sebelumnya sudah pernah dicoba Skye dan dia doyan dan ga ada masalah setelah diminum.

Tanggal 7 jam setengah 8 pagi, suami mengantarkan saya ke kantor (meeting point). Setelah semua berkumpul, kami berangkat bersama2 ke bandara. Pesawat kami take off jam 12 siang dan smooth landing jam setengah 4 sore waktu setempat. Kami menuju KIP hotel dan bertemu dengan seratus orang lainnya. Setelah mengambil kunci, naruh barang2, dan istirahat sebentar, kami lanjut explore KL di malam hari sembari cari makan malam. Kami menuju Sunway Mall karena konon di sekitar sana banyak makanan. Jujur sih, aku kurang cucok dengan makanan Malaysia apalagi makanan yang ke-India2-an. Rempahnya terlalu nampol baik di mulut dan di hidung.

Roti maryam dengan bumbu kari

Selama di KL, emak selalu kepikiran si bayi. Kegiatan saya cukup padat. Hari pertama sampai sana udah sore dan explore KL sampai malem, nyasar pula pulangnya. Jadi sampai hotel jam 12 malem. Hari kedua meeting seharian, sekaligus training sekaligus laporan dan acara hahahihi. Secara kami ada lebih dari 10 cabang yang ada di berbagai kota dan cuman ketemu setahun sekali di acara outing ini jadi banyak hal yang harus disampaikan. Hari ketiga kegiatan outdoor seharian. Dimulai dari Batu Caves.

Disana kami harus menyelesaikan games dengan menjawab clue yang diberikan panitia. Jika jawaban benar, kami akan mendapat clue selanjutnya di tempat selanjutnya. Salah satu trademark KL yang wajib dikunjungi.

Kami berhasil menyelesaikan semua clue dan mendapat peringkat 2. Hadiahnya uang tunai 550 RM yang dibagi rata (masing2 mendapatkan 50 RM, alhamdulilah buat beli oleh2, hihihi). Tiap ada free time selalu menyempatkan video call. Kata ibu mertua, Skye suka nangis nyariin emaknya, huhuhu (tersentil hati emak). Untung ada ibu mertua yang bisa menenangkan Skye tiap dia nangis.

Setelah 4 hari dilalui, akhirnya tibalah hari untuk balik ke Indonesia. Yeeeeay! Tak sabar bertemu Skye, nyiumin dia dan mainan sama dia seharian. Pesawat saya landing jam 3 sore WIB dan suami sudah standby. Sesampainya di rumah saya disambut dengan senyuman Skye dan tanda minta gendong. Dia juga langsung breast direct sampai puas. Next, kita ke KL bareng ya nak 🙂

Anyway, bulan ini juga pertama kalinya Skye diajak nyoblos, hihihi. Karena KTP kita masih KTP Malang, jadi saya dan suami harus pulang ke Malang biar bisa nyoblos. Demi nyoblos, kami PP Surabaya – Malang naik kereta. Awalnya sempet mau naik bis sepulang kerja tapi karena kehebohan orang2 yang pada mau mudik demi memenangkan capres pilihannya, ga memungkinkan buat naik bis. Jalanan macet banget dan bisnya kosong jadi harus antri untuk dapet bis sementara kami bawa Skye jadi ga mungkin kami ikut berebut bis.

Kami berangkat ke Malang jam 6 pagi dengan kereta Bima dan balik ke Surabaya jam 3 sore. Demi menyumbangkan suara kami, kami rela deh PP Surabaya – Malang, hehehe.

Kami menuju TPS jam 10 pagi dan ternyata udah banyak yang antri. Sempet nunggu sekitar 1 jam, akhirnya nama saya dipanggil. Saya dikasih 5 kertas, dan saya ga paham harus coblos apa di kertas caleg. Saya cumam paham kertas capres dan cawapres aja. Setelah nyoblos, kertas koran tadi dilipet lagi dan dimasukkan ke kotak2 yang sesuai (dibantu sama petugasnya). Sebelum keluar, jangan lupa celupin jari dulu.

Siapapun yang bakal jadi presiden RI periode 2019-2024, kami sebagai warga negara yang baik siap mendukung dan tetap bersikap baik. Toh, siapapun presidennya, saya dan suami tetep harus cari uang sendiri (ya iyalaaah). Tapi sejauh ini berdasrkan hasil real count KPU, yang menang sih yang itu ya. Ditunggu dulu deh hasilnya sampai semua suara udah masuk ke KPU, dimohon sabaaar ya netijen yang budiman 🙂

Tomcat oh Tomcat!

Tomcat oh Tomcat!

Punya pengalaman digigit tomcat? Kali ini aku mau sharing pengalaman Skye digigit tomcat di usia dini (masih umur 8 bulan).

Kami tinggal di sebuah apartemen di Surabaya. Kamar kami di lantai 8, menghadap ke sawah dan sungai. Tomcat banyak sekali terdapat di sawah. Tapi kami ga menyangka kalau tomcat ternyata bisa terbang sejauh 8 lantai (hebat juga ya). Awal aku tinggal di apartemene (tahun 2016), aku memang sering nemuin tomcat di baju yang dijemur, kadang sampai di kamar mandi. Makin lama, uda jarang lagi tuh nemuin tomcatnya. Berbagai cara udah ucoba, mulai dari disemprot obat nyamuk, dikasih obat nyamuk bakar, dan balkon selalu dibersihkan. Mungkin kalau ada yang bisa kasih masukan gimana cara terampuh mengusir tomcat bisa share ke aku ya, hehe.

Setelah mandi pagi, Skye mengeluh gatal di lehernya. Aku kasih obat gatal dan bedak gatal untuk meredakan rasa gatalnya. Lalu kami antar dia ke Daycare. Pas siangnya, dapat info dari pengasuhnya di Daycare kalau Skye rewel dan badannya agak demam. Aku minta tolong untuk semetara dikasih obat peurun paas dulu dan kita lihat nanti apakah masih panas apa engga. Ternyata sorenya, Skye udah ga demam dan udah kembali ceria. Sekitar jam 5 kami jemput, dia juga masih seperti biasa. Malam harinya sebelum tidur, dia mulai rewel lagi dan terus menggaruk leher bagian belakang. Pas kami lihat, udah kayak gini lehernya.

Langsung dong aku cari tau di internet itu kenapa. Kemungkinan bisa karena alergi, salah obat, atau pewangi baju. Lalu aku kasih obat gatel dan paracetamol buat mengurangi rasa gatal dan perihnya. Malam itu Skye tidurnya cukup nyenyak, mungin karena pegaruh paracetamol.

Paginya ketika bangun tidur, seperti biasa, aku beres2 tempat tidur daaaan aku menemukan 2 ekor tomcat yang sudah mati. Okay, aku sudah menemukan 2 tersangkanya. Jadi aku memutuskan untuk ga ke dokter, hanya gugling2 aja untuk cari tau obat apa yang cocok untuk menyembuhkan gigitan tomcat. Kemudian aku ke apotek untuk beli Clinovir yang mengandung Acyclovir 5%, katanya sih itu untuk kulit yang melepuh. Aku juga sempat nanya ke apotekernya, cocok ga ini buat bayi? Katanya sih gapapa asal tipis2 aja olesnya. Lalu untuk pereda nyerinya, tetap pakai paracetamol.

Penampakan Clinovir

Setelah pencarian obat, aku langsung bersih2 seluruh ruangan, lemari baju Skye, balkon, kamar mandi dan setiap sudut ruangan yang memungkinkan tomcat bersembunyi. Selama beberapa hari pun aku sengaja ga buka pintu balkon untuk meminimalisir tomcat yang masuk ke dalam rumah. Pun semua baju aku laundry jadi ga dijemur di luar. Skye ini termasuk yang kulitnya sensitif banget, misal bedak sama sabunnya ga cocok gitu kulitnya langsung bruntusan dan merah2, kena kotor dikit udah bentol2, jadi emang kudu bersihan dan selektif sih. Berbagai macam obat gatal udah pernah aku coba, tapi tetep aja ga ngaruh. Kata dokter sih gapapa, nanti seiring umurnya beambah, sensitivitasnya juga akan berkurang. Baeklah.

Beberapa hari telaten ngasih Clinovir, bekas gigitan tomcatnya udah mulai berkurang dan udah ga perih lagi. Alhamdulillah.

Untungnya Skye ini tipe anak yang rewelnya cuma bentar. Jadi ketika dialihkan ke hal lain, dia udah girang lagi. Dia juga ga manja, cuma ngeluh gatel aja lalu dia main lagi. Kira2 dua minggu kemudian, bekas gigitan tomcat berubah menjadi borok. Dan seminggu kemudian, borok mulai mengelupas dan berganti kulit baru. Sekarang kulit Skye sudah kembali seperti semula tanpa bekas apapun.

Jadi, kalau anak terkena gigitan tomcat, ga perlu panik ya buibu. Kasih aja cream yang mengandung Acyclovir dan paracetamol. Cream yang mengandung Acyclovir akan bermacam2 merk-nya, tinggal minta rekomendasi dari apotekernya aja ya. Soalnya kalau ke dokterpun, akan diresepkan Acyclovir kok. Gunanya adalah untuk mengobati kulit yang melepuh/terbakar. Nah, gigitan tomcat ini kan menyebabkan kulit berasa kebakar jadi emang cocok dikasih Acyclovir. Sedangkan paracetamol, untuk mengurangi rasa nyeri dan biar badannya gak demam aja. Tapi jangan sampai deh digigit tomcat ya 🙂

8th Month, Playing at Kidzoona!

8th Month, Playing at Kidzoona!

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_5410.JPG

Di usia 8 bulan ini, Skye sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada sesuatu. Merangkak juga makin jago. Dan udah bisa turun sendiri dari kasur bawah. Bahayanya, dia udah bisa merangkak kemana2 sampai ke balkon (FYI, kami tinggal di apartemen lantai 8). Sangat butuh pengawasan extra dan ga bisa ditinggal. Pernah waktu aku tinggal ke kamar mandi sebentar pas dia lagi tidur, eh pas aku keluar kamar mandi, dia udah ada di balkon (kapan bangunnya nih anak ga ada suaranya). Ini bayi emang kalau bangun tidur ga pernah nangis, kadang langsung pergi aja gitu dari kasur.

Skye giginya udah 7 teman2 jadi dia lagi suka memasukkan segala sesuatu ke mulut. Dikasih makanan apapun dia langsung mangap. Makanannya juga udah mulai beragam. Pernah aku cobain tempe, dia doyan. Dikasih telor asin, doyan. Eh tapi jangan ditiru ya, soalnya aku sendiri juga ga tau apakah bayi 8 bulan ini boleh dikasi makanan orang gede (aku ngasihnya ga banyak sih, cuma buat dicicip aja). Kalau emak bapaknya lagi makan apa gitu, dia langsung mendekat dan mangap2, hihihi.

Pas lagi jalan2 di Marvel, kami lihat ada playground gitu namanya Kidzoona. Playgroundnya cukup luas dengan banyak permainan, dan bagusnya ada yang khusus buat bayi lho. Saya pun membawa Skye kesana. Karena Skye masih di bawah 1 tahun, maka tidak dikenakan biaya apapun alias totally FREEEE baik si bayi maupun orang tuanya (bagian yang paling saya suka, hahaha). Eits, untuk masuk kesini harus pakai kaos kaki ya. Kalau ga bawa, bisa beli disana kok. Untuk kaos kaki anak dibandrol dengan harga Rp 5ribu sedangkan kaos kaki dewasa Rp 10rb. Terus juga kita harus perlihatkan KK ke petugasnya, ga perlu diprint, cukup foto/scannya aja kok (emangnya mau ke kelurahan pake bawa2 KK).

Lama bermain 1 jam ya buibu, kalau lebih mungkin akan dikenakan biaya tambahan. Taunya udah 1 jam gimana? Nanti akan dipanggil namanya sama petugas, dikasih tau kalau udah mau 1 jam. Tapi Skye belum 1 jam juga udah bosen menjelajah, hehe. Awalnya dia excited menjajal kuda2an di bagian bayi.

Area khusus bayi

Di bagian bayi ini, permainanya aman buat bayi. Ada kuda2an, bola, mainan yang mengeluarkan usara2, dan balok2. Selanjutnya, Skye juga menjajal bagian2 lain (tapi harus selalu diawasi ya karena di bagian lain banyak anak2 yang udah bisa lari2an).

 Dipilih dipilih buah dan sayurnya buibu
Jadi, adek sakit apa?
Mau pesen sushi?
Mandi bola dulu gaes

Sebenernya masih banyak bagian2 lain seperti pemadam kebakaran, rumah2an, prosotan, dan alat musik. Ga sampe 1 jam, eh Skye udah nangis minta keluar (baaaiiiq). Giliran mamaknya nih, belanja di Lotte, hihihi. Sebelum pulang, kami makan malam di Giggle Box. Sudha 3x makandisini dan ga pernah kecewa. Makananya konsisten enak, banyak pilihan, dan banyak pula porsinya. Harga menyesuaikan yah, agak mahal sih but worth it! Wajib dicoba buibu kalau pas lagi jalan2 ke Marvel.

Perut kenyang, saatnya pulang. Bakal sering2 deh ke Kidzoona mumpung masih FREE, hihihi 🙂

7th Month, Tedak Sinten

7th Month, Tedak Sinten

Sebagai suku Jawa, kita harus bangga dan melestarikan budaya Jawa. Salah satu budaya Jawa adalah tedak sinten alias turun tanah, prosesi untuk bayi yang usianya menginjak 7 bulan. Maksutnya, bayi dengan usia 7 bulan ini dinilai sudah bisa turun tanah (merangkak). Jujur, sebenarnya saya belum pernah secara live menyaksikan prosesi ini karena di daerah saya sudah jarang. Oleh sebab itu saya memutuskan untuk tanya mbah gugel mengenai turun tanah ini sehingga saya ada gambaran.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_0947.JPG
Lurik Skye untuk tedak sinten beli di shopee/lelakikecil dengan harga IDR 65K

Rencananya prosesi turun tanah Skye akan dilangsungkan di Madiun (berdasarkan pertimbangan, mertua saya lebih paham proses ini ketimbang orang tua saya). Mertua berpesan kepada saya dan suami untuk mengumpulkan uang koin pecahan 500 rupiah sebanyak 1 juta rupiah. Kami berhasil mengumpulkannya dalam waktu 2 hari. Sebenernya ngumpulin sih gampang, yang jadi masalah tuh bawanya kesana, kan berat yak. Tapi demi kelancarkan acara turun tanah, kami pun membawa uang koin tersebut ke Madiun.

Pada hari H, suasana hectic sudah terlihat sejak pagi. Banyak tetangga yang berdatangan untuk membantu menyiapkan makanan dan segala sesuatunya. Meskipun say aga bisa masak, tapi saya juga turun tangan (biar jadi menantu yang baik). Saya bertugas menyiapkan nasi kotak. Menjelang siang, ibu mertua menyuruh saya bersiap2 di depan (baaiiiqq).

Daan, prosesipun dimulai dengan memandikan Skye didalam air yang berisi uang koin. Kemudian meletakkan Skye di dalam kurungan yang sudah dihias cantique oleh bapak mertua.

Setelah itu, menggendong Skye dan kami berdiri di antara kerumunan orang yang berebut uang koin yang dilemparkan dengan memegang paha ayam (bukan paha ayam biasa, hahaha).

Acaranya ga berlangsung lama. Setelah uang koin habis, orang2 langsung bubar. Belum selesai sampai disitu, malam harinya ada pengajian di rumah. Jadi, setelah acara lempar koin berakhir, saya yang lain harus menyiapkan makanan untuk pengajian nanti malam. Seperti sebelumnya, saya bertugas menyiapkan nasi soto. 

Jam 6 sore, bapak2 sudah mulai berdatangan. Tim emak2 dengan nasi sotonya sudah siap membagikan hidangan tersebut. Alhamdulilah, acara turun tanah sampai pengajian berjalan lancar meski agak hectic. Jam setengah 8, kami sudah beberes rumah dan siap untuk beristirahat karena esok harinya kami harus kembali ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya, kami kembali disibukkan dengan aktivitas rutin. Saya dan suami adalah team work yang sangat kompak agar menjalani rutinitas tidak melelahkan. Kami bangun jam 6 pagi,  si bapak langsung mandi sementara mamaknya beberes rumah lalu menyiapkan bekal dan perlengkapan Skye di Daycare sembari memanaskan air untuk Skye mandi. Di saat mamaknya mandi, si bapak lah yang memandikan Skye dan nyuapin sarapan Skye. Btw, Skye sangat suka mandi lho, muaknya selalu ceria gitu kalau lihat air, hahaha.

Jam 7an kami berangkat dengan rute rumah – Daycare – kantor mamak – kantor bapak. Pulangnya pun sama rutenya, tinggal dibalik aja. Sepulang kerja kegiatan kami adalah cuci baju, jemur, dan nyiapin makan malem. Biasanya jam 8 kami sudah bisa nonton yutube sambil ngajak main Skye.

Nah, begitulah rutinitas yang kami jalani dengan kompak sehingga tidak merasa lelah dan bosan. Saat weekend pun kami selalu menyempatkan untuk quality time seperti jalan2 ke taman, makan2 di luar, atau staycation di hotel karena meskipun kami sama2 bekerja tapi kami tidak mau kehilangan moment2 bersama 🙂

Pengalaman Perpanjang SIM di Surabaya

Pengalaman Perpanjang SIM di Surabaya

Kali ini saya akan membagikan pengalaman pribadi saat perpanjang SIM di bulan Januari 2019. Kebetulan saya berlokasi di Surabaya, sementara SIM saya Malang. Apakah memungkinkan perpanjang SIM tidak di daerah asal? Jawabannya, BISA. Sekarang ini kan jaman udah canggih ya. KTP juga udah elektronik (e-KTP) which is sudah bisa diakses secara global. Apa saja syaratnya?

Ilustrasi.
  1. Siapkan surat keterangan sehat, bisa dari puskesmas atau dokter manapun. Klo di puskesmas, biaya lebih murah, bahkan gratis. Kali ini saya memilih minta surat keterangan sehat di dokter umum dengan membayar Rp 50,000 per surat keterangan sehat. Karena saya akan perpanjang sim A dan C maka saya buat 2 surat keterangan sehat, berarti saya harus membayar Rp 100,000. Kenapa saya ga bikin di puskesmas? Alasannya, saya harus kerja jam 9 pagi dan tidak memungkinkan untuk berlama2 antri di puskesmas. Yes, saya tau klo ke puskesmas saat ini bisa antri online. Tapi saya pernah ya anter Skye imunisasi ke puskesmas. Saya sudah antri online, dapet antrian no 2 dimana tertulis jam 8.00-8.30. Saya dan suami datang jam 7.30 untuk daftar, bayar Rp 5,000 untuk biaya pendaftaran, dan duduk manis di ruang tunggu. Waktu itu, saya amati, ada 4 orang yang nunggu. Jam 8.00 dokternya udah pada dateng. Tapi kok ga dipanggil2 yang urutan 1? Barulah sekitar jam 8.30 mereka mulai memanggil pasien masuk ruangan. Saya yang antrian no 2 harusnya ga lama lagi dipanggil dong. Eh, kok yang dipanggil bukan Skye. Lalu setelah pasien kedua keluar, barulah Skye dipanggil. Padahal klo dilihat dari jadwal seharusnya jam 8.00-8.30 tapi pada kenyataannya baru dipanggil jam 9.00, jadi saya telat dong masuk kerja. Baeklah. Sejak saat itu, saya ga mau lagi ke puskesmas (monmaap).
  2. SIM asli yang akan diperpanjang beserta fotocopiannya. Karena saya akan perpanjang 2 SIM, jadi saya fotocopi kedua SIM tersebut. Untuk jaga2, saya fotocopi masing2 5 lembar, hehe.
  3. Fotocopi KTP dan menunjukkan KTP asli
  4. Uang baik secara fisik maupun cashless (waktu itu saya bayarnya pakai gopay, ada cashback-nya pula. Akan saya bahas lebih lanjut di bawah ya).

Jam istirahat, saya datang ke SIM corner yang ada di Tunjungan Plaza dengan membawa semua persyaratannya yang sudah saya susun rapi di dalam sebuah map plastik. Antrian sudah mengular. Saya mengantri sekitar setengah jam sampai giliran saya. Saya tunjukkan semua dokumen dan petugasnya bilang “Ini KTP luar kota ga bisa urus disini. Silahkan ke SIM keliling yang di Taman Bungkul ya”. Damn! Kenapa ga ada pemberitahuannya, tau gitu saya ga perlu berlama2 antri gini. Jadi, bagi para readers yang mau perpanjang SIM dan KTP kalian bukan Surabaya (luar kota), TIDAK BISA PERPANJANG DI SIM CORNER TUNJUNGAN PLAZA ya.

Besok paginya, sekitar jam setengah 8, saya datang ke Taman Bungkul. Disana sudah ada beberapa orang yang mengantri. Jam 8 lebih, bus SIM keliling datang. Petugas membagikan formulir untuk diisi. Pas giliran saya, saya menyerahkan semua dokumen persyaratan. Setelah dicek, si petugas bilang “Ini ga bisa perpanjang disini ya, harus ke Colombo. Soalnya nomor SIM A dan C sama jadi harus diurus dulu”. WHAAATT? Yang bikin nomer siapa? yang repot siapa? Mana saya tau tentang penomoran SIM. Saya balik ke kantor dengan perasaan KEZEL.

Minggu depannya, setelah absen dan ijin ke atasan untuk perpanjang SIM, saya naik gojek ke Colombo (sekitar jam 8.30). Alamatnya di Jl. Ikan Kerapu No.2-4 Surabaya which is I have no idea at all itu dimana wkwkwk. Daripada naik motor sendiri dan ga nyampe2 malah menyita waktu, makanya aku memilih untuk naik gojek. Ternyata tempatnya ga sejauh yang aku bayangkan, sekitar 20 menitan lah dari kantor. Tempatnya out of nowhere banget, aku belom pernah ke daerah itu sama sekali.

Sesampainya disana, ada petugas yang memeriksa dokumen2 dan KTP asli. Setelah itu, saya diarahkan ke pintu masuk. Cukup jauh sih jalannya dan panas. Ketika masuk ke dalam gedungnya, ada petugas yang memberikan formulis untuk diisi beserta nomer antriannya. Kebetulan saat itu saya dapat nomer 33. Belum selesai mengisi formulisnya, sekitar 10 menit dari saya duduk di tempat tunggu sambil mengisi formulir, saya dipanggil ke ruang verifikasi dokumen. Saya bilang ke petugasnya “formulir saya belum selesai saya isi semua”. Tapi kata petugasnya gpp, diisi sambil jalan aja. Oh, baeklah. Selesai pengecekan dokumen dan perbaikan data, saya diarahkan ke ruang foto. Sembari menunggu saya dipanggil, saya lanjutkan isi formulirnya. 10 menit kemudian, saya dipanggil untuk foto (alhamdulillah formulir saya juga sudah terisi semua). Saya difoto dan bapaknya nanya “fotonya gini apa diulang?”. Saya bilang “cukup pak gitu aja”. Terus saya diarahkan ke ruang pembayaran dan pengambilan SIM. Lah, pikir saya ini formulir diapain?

Saya mengikuti petunjuk yang mengarahkan ke ruang pembayaran dan pengambilan SIM. Ruangan tersebut berada di luar gedung. Jadi, kita harus keluar gedung dulu, lalu masuk ke ruangan yang ada di sisi kiri. Ketika membuka pintu ruangan tesebut, saya disambut ramah sama mbak2 berkerudung. Dia memberikan info mengenai pembayaran SIM melalui gopay dimana ada cashback. Saya langsung mengiyakan dong, secara banci promo banget akutu, hahaha.

Biaya perpanjangan SIM:

  • SIM A, B1, B2 : Rp 80,000
  • SIM C: Rp 75,000
  • SIM D: Rp 30,000

Total yang aku bayarkan untuk perpanjang SIM A dan C adalah Rp 155,000. Wait, cashback-nya Rp 20,000 jadi saya hanya bayar Rp 130,000 dong. Setelah saya bayar, mbak2nya itu yang membantu saya menyerahkan formulir yang selesai saya isi ke counter. Saya tinggal duduk manis aja sembari menunggu SIM saya. Ga sampe 5 menit, nama saya dipanggil yang artinya SIM saya udah jadi. Alhamdulillah. Total waktu proses perpanjang SIM di Colombo ini sekitar 30 menit aja. Wow! Padahal saya sudah ijin bahkan akan mengajukan cuti kalau2 sampai jam istirahat saya proses perpanjangan SIM ini belum selesai. Tapi kenyataannya, jam 10 kurang saya sudah duduk manis di kantor. Dan rincian pengeluaran saya untuk perpanjangan SIM ini adalah:

  • Dua buah surat kesehatan: Rp 100,000
  • Gojek kantor-Colombo-kantor: Rp 18,000
  • Perpanjang SIM: 130,000
Receipt gopay
Receipt gojek berangkat
Receipt gojek balik

Pengalaman bapak saya perpanjang di Colombo bulan September 2019 berbanding terbalik dengan saya. Bapak saya datang sekitar jam 9.25 pagi, dapet nomer antrian 360 dan baru dapet SIM sekitar jam 7 malem. Apakah orang2 yang perpanjang di bulan September lebih banyak dibanding di bulan Januari? Entahlah, mungkin saat itu saya sedang beruntung.

6th Month, Happy New Me!

6th Month, Happy New Me!

Happy new year. Welcome to 2019!

Biasanya saya dan keluarga menghabiskan waktu pergantian tahun dengan kumpul2 dan makan2. Nothing special sih, just spent the night together. Ga ada tiup terompet, ga ada bagi2 duit juga, dan ga nunggu sampe jam 12 malem teng udah pada tidur. New Year kali ini acaranya di Malang dengan tema “grilled”. Jadi malem sebelumnya kami sudah menyiapkan bahan makanan yang akan dibakar beserta minuman dan cemilan. Pasukan bakar2nya juga udah diundang untuk datang. 

Tahun baru  berarti bulan baru buat Skye. Yes, Skye sudah 6 bulan dan dari sebulan sebelumnya si mamak udah rajin baca2 tentang MPASI awal untuk bayi 6 bulan. Saking takutnya Skye kenapa2, MPASI baru aku mulai waktu Skye umur 6 bulan lebih seminggu. Sambil masih cari2 resep MPASI yang simpel dan praktis untuk emak2 pekerja tetapi tetap menyehatkan untuk si bayi.

Dua hari pertama aku bikin bubur beras merah. Aku coba pake Gasol Beras Merah sih. Alhamdulilah Skye doyan. Hari berikutnya aku bikin bubur jagung. Aku juga coba ngasih pisang yang dihilangkan bagian tengahnya dan pepaya. Ternyata Skye ga suka buah2 itu, huhuhu. Umur 6,5 aku buat nasi ati ayam saring + EVOO dan Skye sukaaa banget. Lahap makannya. Sejak saat itu aku tinggal ganti2 lauk dan sayurnya. Kadang ayam, wortel, kentang, tahu, dll.

No ribet2 club, cara bikinnya cukup mudah.

1. Ambil 1 centong nasi

2. Didihkan air dan rebus nasi sampai lembek

3. Rebus wortel, ati, atau sayur lainnya yang ingin ditambahkan

4. Saring nasi, sayur, dan lauk (saya saring manual)

5. Tambahkan EVOO ke dalam nasi saring

6. Siap disajikan

Nasi saring ini bisa disimpan di dalam rice cooker. Tapi jangan simpan kelamaan ya takutnya nilai gizi sudah turun. Biasanya saya buat untuk 2 kali makan saja (makan pagi dan siang). Malamnya Skye saya kasih bubur instan. Bubur instan kan rasanya lebih variatif ya, jadi saya ganti2 rasanya biar Skye ga bosen dan mengenal banyak rasa. Kadang aku kasih cemilan bayi dan dia suka lho gigit2 cemilannya. FYI, si Skye giginya udah banyak yang tumbuh dan mulai hobi gigit2. Bahkan emak bapaknya jadi korban gigitan Skye.

Oiya, ini juga pertama kalinya Skye naik bis antar kota lho. Kami memutuskan naik bis buat balik dari Malang ke Surabaya. Ternyata dia enjoy banget. Selama perjalanan dia tidur dan lihat2 pemandangan. Rewel pas minta susu aja, selebihnya anteng. Wah, bakal bocah petualang nih. Hihihi.

Dia juga makin banyak tingkahnya, udah ga bisa diem. Kalau kemarin dia masih susah buat mernagkak pindah tempat, sekarang udah jago dong. Hiburan banget pokoknya. Lelah mamak jadi hilang begitu lihat si bayi kicik ini. Apalagi kalau liat dia kayak gini

Temen di Daycare juga makin banyak. Kalau menurut laporan bunda2nya, dia sangat aktif (aktif ngusilin yang lain, hahaha). Sungguh, mamaknya tidak pernah mengajarkan hal itu.

Alhamdulillah Skye makin gede, makin pinter. Mamaknya kudu extra sabar dan setrong ngawasin si bayi yang udah mulai dangerousKeep being a wonder mom!

Hotel Review – Berjaya Penang Hotel

Hotel Review – Berjaya Penang Hotel

Disini aku akan sedikit review Berjaya Penang Hotel, dimana aku stay selama 2 malem di Penang. Aku bahas good things-nya dulu ya.

⧫ Dari segi tempat, hotel ini cukup strategis. Berada di Jalan Burma, Georgetown persis di seberang Adventist Hospital, salah satu rumah sakit populer di Penang. Bagi yang belum tau, Penang memang terkenal dengan medical tourism-nya. Orang2 Indo banyak yang ke Penang untuk berobat, khususnya penyakit2 berat seperti jantung. Sebenernya ga sengaja sih dapet hotel yang deket sama Adventist, sampai2 dikira driver Grab kami ke Penang mau berobat. Lokasinya bisa dilihat disini ya. Jarak dari Airport sekitar 37-50 menit tergantung traffic, kebetulan waktu itu lagi agak macet sih jadi sekitar 45 menit.

Nilai plus-nya lagi, ada Sevel yang berada di pintu keluar hotel dan KFC yang berada di samping hotel. Kalau mau jalan dikit, disana kalian akan menemukan ruko2 yang terdapat beberapa warung dan Old Town. Dan di hotel ini ada versi KW grafiti yang terkenal itu lho. Jadi yang belum sempet  atau males antri untuk foto di grafiti anak bersepeda, bisa foto disini aja, mirip kok, hehe.

⧫ Dari segi harga, hotel ini sebenernya ga murah2 banget sih. Waktu itu harganya 700ribu-an per malem (mungkin karena lagi peak season ya jadi agak mahal). Tapi karena lagi ada promo dari Traveloka berupa diskon 50%, jadi aku cuma bayar setengah harga aja (yeeeeaah). Pertimbangan saya pas lagi cari2 hotel itu adalah bathub untuk memudahkan saya memandikan Skye. Dari banyak hotel di Georgetown yang ada bathubnya, pilihan saya jatuh ke Berjaya Penang Hotel karena reviewnya bagus dan harganya tidak terlalu mahal (yang lain lebih mahal). Waktu check-in, kalian akan diminta deposit ya (lupa berapa depositnya) yang akan dikembalikan ketika check-out.

⧫ Dari segi fasilitas, of course seperti yang saya cari, hotel ini dilengkapi dengan bathub beserta air panasnya. Perlengkapan mandi seperti handuk, sikat gigi, sabun, shampoo, penutup kepala, hair dryer juga ada. Kulkas dan pemanas air beserta kopi, teh, dan gulanya juga tersedia. Kasurnya lumayan lebar, cukup untuk tidur bertiga. TV dan lemari standard sih, seperti hotel2 pada umumya. Kamarnya cukup luas dan bersih. Setiap hari ada yang membersihkan jadi barang2 berharga mending dibawa ya.

Maaf ga sempet foto kamarnya karena aku orang yang sangat concern dengan kamar mandi, hahaha. Foto kamar bisa dicari di mbah gugel ya.

⧫ Dari segi makan pagi, lumayan sih tapi gimanapun makanan Indo emang lebih cucok di lidah emak yes, hehe. Makanan yang disajikan cukup beragam, mulai dari roti, makanan Malay seperti nasi lemak, sampai makanan India. Oiya, setelah check-in kami dikasih free welcome drink. Bisa milih antara jus jambu atau jus jeruk. Di dekat pintu masuk juga disediakan minuman gratis untuk para tamu yang haus kasih sayang.

Nah, bad things-nya menurut saya (ga banyak sih).

⧫ Proses check-in lamaaa. Hmmm, sampai officernya ganti 2x entah kenapa. Padahal tinggal isi form, minta deposit, dan kasih kunci. Emang sih lumayan antri waktu itu dan (mungkin) ada tamu yang bermasalah jadi suasananya hectic gitu. Selain itu, resepsionisnya ngomong cepet banget dengan aksen India yang bagi saya agak susah mencerna kata2nya, (no offense ya) hehe.

⧫ Karena tempatnya tepat di seberang rumah sakit jadi banyak orang nginep disana emang tujuannya untuk berobat. Jadi agak bau obat gitu meskipun ga menyengat. Harusnya kalau hotel kan wangi dengan lagu yang menenangkan. Ini suasananya hectic dan bau obat, hehe.

Overall cukup puas nginep 2 malem disana. Kalau ke Penang lagi apakah mau nginep disana lagi? Maybe mau coba hotel lain ya di daerah yang berbeda biar punya pengalaman yang beda gitu. Last but not least, I will recommend this hotel to my firends and family.

5th Month, Baby Backpacker!

5th Month, Baby Backpacker!

Hai teman teman, kali ini Skye mau berbagi pengalaman traveling pertamanya. Udah gatel nih emaknya pengen ngajakin si bayi traveling, haha. Sejak Skye lahir bulan Juli 2018, sampe Skye umur 5 bulan ini, si mamak udah vacum dari dunia per-traveling-an yang telah mengajarkannya banyak hal (aasssiiiap).

Baby Backpacker

Bermula dari (nemu) tiket murah di Traveloka. Awalnya sih belum tau mau kemana, iseng2 berhadiah, eh nemu tiket Surabaya-Penang PP cuma 800rb/orang. Waktu itu Citilink emang lagi buka rute baru jadi ngasih promo gitu. Karena si bayi udah punya passport jadi nekatlah booking tuh tiket. Agak ragu2 sih, apakah aman buat bayi, apa aja yang harus dipersiapkan, dll. Tapi balik lagi kepada rasa ingin tau yang cukup besar, saya baca2 artikel lagi. Ternyata cukup aman kok membawa bayi berumur 5 bulan naik pesawat. Bahkan peraturan dari beberapa maskapai, bayi diperbolehkan naik pesawat minimal 7 hari setelah dilahirkan yang berarti Skye sudah aman naik pesawat.

Mau sedikit flaschback waktu Skye bikin passport. Waktu itu Skye masih umur 1,5 bulan. Sebenernya belum tau juga kapan mau traveling dan kemana. Tapi aku yakin, itu passport pasti akan sangat berguna di kemudian hari. Mumpung aku masih dalam rangka cuti melahirkan, masih punya waktu luang, aku nekat bikin passport buat Skye. Untuk membuat passport anak, caranya sih hampir sama seperti kita bikin passport pada umunya. Dimulai dari daftar antrian online melalui website imigrasi dengan memilih lokasi imigrasi, tanggal, jam, dan mngisi form informasi anak. Setelah dapet barcode, saran saya sih diprint aja barcodenya biar ga ribet.

Siapkan dokumen yang diperlukan mulai dari akte lahir, KK, KTP ortu, passport ortu,  buku nikah ortu asli beserta fotocopiannya masing2 di kertas A4. Datang ke imigrasi pada tanggal dan jam yang telah ditentukan dengan membawa dokumen lengkap (biar ga bolak-balik). Disana akan dikasih form untuk diisi, khusus untuk anak, ada form surat pernyataan orang tua ya. Setelah isi form, akan dilakukan pengecekan dokumen, dan ambil nomor antrian. Kalau anak di bawah setahun mereka termasuk dalam katergori prioritas lho, jadi antrinya ga lama. Bayi dan orang tua termasuk dalam kategori prioritas ini.

Setelah nunggu kurang lebih 45 menit, Skye dipanggil ke ruang foto. Sebelumnya aku penasaran gitu, kalau bayi fotonya gimana ya, dipegangin apa gimana. Dan ternyata, bayinya ditidurin di atas kain putih. Sempet ditanya juga mamaknya sama petugas imigrasi, ini bayi mau dibawa kemana. Saya jawab aja ke Malaysia (padahal mah belum tau). Kemudian disuruh bayar. Ternyata ada layanan kirim passport lho dengan ongkir sesuai dengan tujuan pengiriman. Jadi kita ga perlu dateng ke imigrasi lagi buat ambil passportnya. Ga sampe seminggu, eh passportnya udah nyampe kantor.

Passport bayik

Balik lagi ke cerita tiket murmer. Setelah meyakinkan diri kalau si bayi 5 bulan ini aman naik pesawat, si mamak ga berhenti sampai situ. Informasi lain yang saya cari adalah apa saja yang harus disiapkan. Well, ternyata hal penting yang harus dibawa yaitu penutup telinga. Dan dari info yang saya baca, susu botol dan perlengkapan bayi lainnya (cairan lebih dari 100ml) diperbolehkan dibawa. H-3 hari si mamak sudah siap2in keperluan si bayi, jangan sampe ada yang lupa dibawa, kalau beli disana jatohnya mahal.

Tanggal 23 Desember kami berangkat menuju Penang dengan pesawat Citilink yang super murah itu. Sempet hampir batal gegara malemnya Skye panas dan rewel. Tapi alhamdulilah paginya udah mendingan.

Pengalaman pertama Skye naik pesawat

Pengalaman pertama Skye naik pesawat, yes definitely rewel yah. Padahal udah baca2 juga tentang gimana cara menenangkan bayi di pesawat, tapi ga berhasil, huhuhu. Dikasih susu dia ga mau, maunya digendong. Kurang lebih 3 jam saya gendong si bayi (lumayan olahraga buibu), pesawat landing dengan selamat di Penang. Oiya pesawat Citilink ini meskipun murah tapi kita dikasih makan yang lumayan enak lho.

Kurang lebih 3 jam penerbangan tibalah kami di Penang. Kami memutuskan beli kartu perdana nomor Malaysia untuk memudahkan komunikasi dengan supir grab. Pemesanan pertama Grab kami langsung dikasih diskon yang ga tanggung2 lho. Jarak dari bandara ke hotel lumayan jauh sih, sekitar 50 menit. Hotel yang kami pesan adalah PHotel Berjaya yang lokasinya berada tepat di seberang Adventist Hospital (ga sengaja sih pesen disitu, soalnya milih hotel murah yang ada bathub-nya untuk memudahkan saya memandikan Skye, hahaha). Review hotelnya bisa dibaca disini ya. Oiya, FYI nih, kebetulan pas aku pesen hotelnya itu lagi ada promo 50% diskon dari Traveloka, jadi nginep 2 malem cuma bayar semalem aja. Thanks to Traveloka 🙂

Tujuan utama kami ke Penang adalah Rainbow Skywalk. Lagi2, kami pesen tiketnya di Traveloka dengan diskonan (maap ya jiwa emak2 yang mudah tergiur diskon). Setelah sampai sana, tiketnya dicek (ga perlu diprint) dan langsung boleh cus ke lantai 68 naik lift. Rainbow Skywalk ini terletak di atas Mall. Jadi masuk ke Mallnya dulu, ngikutin petunjuk aja, nanti sampai deh ke tempat penukaran tiket. Setelah ada tiketnya, akan diarahkan sama petugas ke lift yang akan membawa kita ke Skywalk.

68th Floor Rainbow Walk

Alhamdulilah Skye seneng meskipun masih rewel karena ternyata dia tumbuh gigi. Kenapa harus sekarang nak tumbuh giginya? Ga bisa ditunda kah nak? Huhuhu.

Setelah puas melihat Penang dari lantai 68, kami menuju ke landmarknya Penang, gambar dua anak bersepeda. Katanya sih belum ke Penang kalau belum foto disana. Baaiiiiq bosquue.

Landmark Penang

Sebenernya disana ada 10 grafiti, tapi yang paling terkenal yang anak bersepeda itu, sampai2 di hotel tempat saya menginap ada versi KWnya. Kami juga mengunjungi Penang State Gallery yang akan membawamu mengetahui Penang yang sesungguhnya.

Penang Street Gallery

Di Penang ini banyak tempat2 yang bisa dikunjungi tapi apa daya kesana cuma 3 hari 2 malam jadi ya ga sempet explore lebih lama, plus bawa Skye yang ga bisa full seharian kesana kemari, takut kecapekan terus sakit deh, malah makin rempong urusannya. Cuman sempet foto2 di jalan aja, yang penting udah keturutan deh ke Rainbow Skywalk, hehe.

Street walk

Emang ya kalau traveling itu waktu terasa begitu cepat berlalu, hahaha lebay. Hari terakhir di Penang waktunya beli oleh2. Karena takut ribet bawanya, kami memutuskan untuk beli jajanan (yang di Indo ga ada) sama kopi. That’s it. Maklum ya, backpacker anti bagasi, hehehe. Dan dengan ini Skye dinyatakan lulus sebagai baby backpacker. Yeeeeay!

Well, sampai jumpa di pengalaman Skye lainnya teman teman 🙂

ASIP Warrior, Semangat!

ASIP Warrior, Semangat!

Hai para pejuang ASIP dimana pun berada. Kalian hebat! 🙂

Dari Skye lahir sampai sekarang, saya masih bergulat dengan ASI saya yang rada’ moody, kadang banyak, kadang sedikit. Kalau pas lagi banyak, sekali perah bisa dapet 180ml, tapi kalau lagi dikit, 3x perah baru dapet 100ml. Sampai sekarang belum tau sih apa penyebabnya. Pas ga makan atau lupa makan kalau lagi banyak kerjaan di kantor gitu, ASI malah keluar banyak. Tapi kalau makan banyak, malah keluar dikit. Nah pas keluar banyak, Skye minumnya cuma sedikit. Biasanya Skye habis 4-5 botol selama di Day Care, eh cuma habis 3 botol (sebotolnya dibuang deh karena Skye kalau udah sama ibunya ga mau minum botol dan susunya udah ga bisa dimasukkan kulkas lagi, sedih akutu).

Flashback, pas baru lahiran, Skye harus tinggal selama 24 jam karena harus difoto terapi. Sebenernya Billirubinnya ga tinggi2 banget sih, tapi namanya emak2 baru yang dikit2 khawatir dan suster juga nyaranin buat difoto terapi, jadi di-iya-in aja deh daripada ntar kenapa2 ga nurut sama susternya. Waktu itu aku lahiran pakai BPJS jadi cuma dapet jatah nginep 3 hari (kecuali aku kenapa2 yang butuh waktu nginep lebih lama). Karena aku sehat walafiat dan udah bisa jalan meskipun kalau dibuat jalan bekas SC masih sakit banget, tapi dokter menilai itu hal yang wajar dan sudah diperbolehkan pulang (kalau ngotot pengen stay, harus bayar lagi dan siap2 diusir kalau ada yang butuh kamar karena kamar kelas 2 yang aku pakai saat itu emang selalu full).

Daripada ngotot bayar dan pada akhirnya terusir, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk pulang ke rumah. Perjuangan pun dimulai. Karena ASIku belum banyak keluarnya dapet 40ml itu udah bagus), jadi sang suami lah yang harus berkorban bolak balik anter ASIP yang dikit itu. Semaleman aku dan suami ga tidur hanya untuk perah dan antar, demi anak ya bu, sabar. Habis SC pengennya bobo cantik, malah harus perah ASI, hehe. Sampai 24 jam kemudian Skye bisa dibawa pulang. Perjuangan pun tidak berakhir sampai disitu.

Setelah aku masuk kerja lagi, Skye aku titipkan di Day Care. Jadi, aku harus siapkan 3-5 botol untuk bekal Skye selama 9 jam di Day Care. Aku harus memerah ASI tiap 4-5 jam sekali (karena kalau 2 jam sekali, ASI belum keluar kalau diperah). Salahnya, aku tidak menyiapkan pundi2 ASI dari sebulan sebelumnya. Jadi, ya agak kesusahan sih. Tapi aku ga menyerah dalam mengASIhi karena aku pengen ASI eksklusif paling engga 6 bulan lah. Beberapa cara aku coba seperti:

1. Makan sayur

Ngaruh sih tapi aku ga ada waktu untuk menyiapkan menu makanan sayur tiap hari dan kalau beli pun jarang ada yang jual, paling pecel atau gado2 aja. Kadang pas weekend masak sop, sayur asem, sayur bayem, cap cay gitu lah, itu pun kalau pas ada niat, hehe.

2. Minum ASI booster

Awalnya aku minum Lancar ASI karena dikasih dari RS Hermina pas lahiran. Ga begitu ngefek buat aku. Lalu aku ganti pakai Molocco yang aku baca2 di forum emak2 katanya pada cocok dan bikin ASI sampe tumpeh2. Setelah aku pake selama seminggu, eh ASI ku malah dikit banget. Terakhir yang aku masih pakai sampai sekarang, Asifit. Menurutku juga ga begitu ngaruh. Lelah hayati.

3. Minum susu busui

Sama sekali ga ngaruh. I know sih kalau susu busui gitu emang cuma suplemen makanan aja, ga akan ngaruh ke kuantitas dan kualitas ASI. Tapi karena rasanya enak dan aku emang penggemar susu, jadi aku sempet niatin minum susu busui selama sebulan.

4. Minum sereal Fitma Soya

Ini sereal enak banget rasanya, dibeliin suami pas awal2 lahiran dulu. Ga ngefek juga sih cuma karena rasanya enak dan ngenyangin, jadi aku suka beli sampai sekarang, hehe.

Image result for susu busui cereal
Diambil dari google

5. Berpikiran positif

Nah, ini yang paling ngaruh kayaknya. Kalau pas aku lagi banyak kerjaan dan pikiran kacau, emang ASI langsung dikit. Tapi kalau pas lagi hepi (misal habis liburan atau baru gajian, haha), eh ASI langsung banyak.

Jadi, dari pengalam pribadi, bisa aku simpulkan kalau obat atau susu itu hanya penunjang. Semua akan balik dari pikiran ibu sendiri. Jangan buru2 putus asa. That’s why surga ada di telapak kaki ibu karena perjuangannya yang begitu besar (hiks). Yakinkan diri kalau kita mampu mengASIhi, pasti akan ada jalan. Dan yang penting, jangan lupa bahagia. Salam dari pejuang ASIP yang masih berjuang. Saling mendoakan ya buibu, semangat 🙂