Jadi ceritanya aku dan suami sedang merintis usaha kecil2an, hehe. Usaha di bidang desain, fotografi, dan videografi yang sampai saat ini masih fokus di kuliner. Alhamdulillah, banyak orderan yang masuk karena memang menurut klien2 sih hasilnya memuaskan.
Sedikit flashback, suami memnag hobby banget foto dan punya background pendidikan di bidang Desain Visual dan Komunikasi alias DKV. Waktu itu, kami ada sedikit rejeki lebih dan suami yang memang dari dulu pengen banget beli kamera akhirnya kesampaian juga. Setelah belajar teknik2 kamera, eh dia malah kecanduan. Aku menyarankan dia untuk freelance di bidang tersebut. Kenapa? Karena usaha di bidang kuliner sedang mewabah se-antero Indonesia.
Klien pertama kami datang dari Banyuwangi. Seorang pebisnis yang masih sangat muda yang berencana membuka cafe, Swedsdinner namanya. Setelah menceritakan detail keinginannya, alhamdulillah si klien mempercayai kami untuk menghandle foto produk, video, desain logo, sampai desain buku menu. Si suami bahkan sampai cuti kerja karena harus berangkat ke Banyuwangi beberapa hari.
Logo Swedsdinner by dodypod
Foto produk by dodypod
Klien kedua kami juga masih seorang pengusaha muda di bidang makanan di Surabaya. Meskipun masih muda, pengalaman beliau di bidang kuliner sudah ga perlu diragukan.
Foto produk by dodypod
Selain, foto produk, kami juga menawarkan jasa untuk desain logo. Klien kami untuk desain logo ini, tak melulu datang dari pengusaha kuliner, ada juga yang pengusaha kosmetik, sepatu, dll. Kalau masalah desain, ekebtulan suamiku lulusan DKV jadi ya udah fasih banget lah masalah estetika, pewarnaan, komposisi sebuah logo yang menarik.
Logo usaha sepatu by dodypod
Logo usaha kosmetik by dodypod
Desain tas by dodypod
Nah, buat temen2 yang membutuhkan jasa foto, video, dan desain, yuk boleh menghubungi kami ya. Silahkan dicek pricelist-nya. Dijamin terMURAH se-jagad Indonesia, hehe.
Bagi yang mau cek porfolio kami, bisa mengunjungi website http://www.dodypod.com atau youtube channel kami disini ya 🙂
Hai hai. Buat kalian yang tinggal di kota besar, kadang bingung mau menghabiskan akhir pekan dimana kan? Biasanya sih kalau ga nge-Mall ya ke Cafe (berat di ongkos ya buibu, hehe). Nah, buat yang tinggal di Surabaya, bisa coba alternatif main ke taman. Yup, sejak Bu Risma menjabat sebagai walikota Surabaya, beliau “memperindah”‘ kota Surabaya dengan taman2 yang dulunya ga terawat. Berikut 5 taman di Surabaya versi Skye.
Taman Bungkul
Taman Bungkul terletak di Raya Darmo, Surabaya. Salah satu taman yang ada di pusat kota. Disini memang ga ada mainan anak2 tapi Skye bisa lari kesana kemari dan bersosialisasi dengan anak2 lain. Di sekitar Taman Bungkul ini banyak banget pedagang kaki lima yang jual makanan. Jadi, buat para orang tua yang nungguin anakya bermain, ga usah khawatir karena kalian ga akan mati gaya kok. Tinggal beli cilok atau menikmati es degan aja. Kadang, beberapa komunitas juga ngumpulnya di Taman Bungkul ini. Aku pernah ketemu sama komunitas Pokemon terus ada beberapa remaja yang latian nge-dance gitu. Oiya, disini juga ada tempat buat skateboard juga.
2. Taman Korea
Taman Korea ini merupakan simbol persahatan antara Indonesia dan Korea. Taman ini lumayan baru sih ada di Surabaya karena dibangun pada tahun 2010. Lokasinya ada di Jalan Dr. Soetomo, Surabaya. Disini juga ga ada mainan untuk anak2 ya. Taman ini lebih cocok digunakan unntuk santuy setelah merasakan panasnya kota Surabaya karena banyak pohon yang bikin suasananya jadi adem. Banyak juga yang pacaran, adem kali ya, awas kebablasan cuy, hihihi.
3. Taman Bambu dan Taman Sakura
Entah ini bisa disebut taman atau hutan, yang jelas disini kalian akan melihat rimbun bambu. Biasanya bambu cenderung membawa kesan horor, tapi Taman Bambu ini kalian ga akan merasakan bulu kuduk merinding kok (klo malem iya kali ya). Banyak orang kesini untuk foto pre-wed. Dulu sebelum married, sempet kepikiran buat foto pre-wed disini, tapi kok udah mainstream, hehe. Di seberang Taman Bambu ini, kalian akan menemukan Taman Sakura. Kenapa kok namanya Taman Sakura? Konon waktu pertama kali dibuat, taman ini ditanami bunga sakura (dan sempet mekar). Sayang, aku belum sempet ngelihat langsung sih yang namanya bunga sakura kek gimana, yang aku liat justru banyak bunga Bougenvile. Wkwkwkwk.
Meskipun di Taman Sakura ini banyak ditanami bunga dan tamanan2 lainnya, tapi entah kenapa ya hawanya pannaaaaasss banget. Klo kesana jangan jam 12 siang deh, mending nunggu agak sorean gitu ketimbang makeup kalian luntur, hahaha.
4. Taman Flora
Taman Flora ini adalah salah satu taman di Surabaya yang cocok dikunjungi bersama anak karena disana banyak banget mainan. Mainannya tuh bervariasi lho, ada buat bayi sampe lansia. Aku sendiri juga baru liat tuh ayunan bayi dimana ayunannya ada penyangga depan dan samping biar bayi ga jatuh. Safe banget pokoknya. Terus yang buat lansia, lebih kayak buat olahraga gitu sih. Anak2 juga bisa memberi makan rusa (tips hemat: bawa sendiri aja kacang panjangnya dari rumah soalnya klo beli disana 10rb, hehe). Selain rusa, ada juga beberapa jenis burung, ikan, dan klo ga salah inget ada kura juga. Oiya, Di luar area taman, banyak banget warung makan. Jadi, klo belom sempet sarapan, bisa deh mampir kesitu. Sebaiknya nanya dulu ya harganya biar ga dikadalin dimahalin.
5. Taman Prestasi
Taman Prestasi terletak di Jalan Ketabang, Surabaya. Seperti Taman Flora, Taman Prestasi juga kids friendly. Anak2 bisa bermain ayunan, perosotan, jungkat-ungkit, dan banyak lagi. Disediakan juga pasir khusus yang bisa dibuat main (bukan pasir buat bangunan gitu ya). Lokasinya ada di pinggir sungai Ketabang. Luas dan bersih. Itu kesan pertamaku waktu berkunjung ke taman ini. Banyak pepohonan yang bikin suasanya ga terlalu panas saat siang hari. Sayangnya, disini kalian ga bisa beli makanan dan minumama karena ga ada yang jual jadi sebaiknya bawa sendiri ya dari ruamh dan jangan lupa membuang bungkusnya di tempat sampah.
Kelima taman tersebut gratis gaes alias tanpa tiket masuk, paling cuma bayar parkir kendaraan aja. Salah satu cara menghabiskan weekend hemat tapi tetap berkualitas. Sebenernya masih banyak sih taman di Surabaya seperti Taman Lansia, Taman Kunang-kunang, Taman Ekspresi, dll. Jadi, tinggal di kota besar ga melulu harus nge-Mall ya. Happy weekend 🙂
Skye sudah memasuki 13 bulan. Yeaay! Di Daycare dia sudah jadi senior nih, hihi. Skye dapet hadiah ultah dari eyang kung berupa jalan2 ke Jatim Park 3. Asiiiik.
Sepanjang perjalanan dari rumah ke Jatim Park, Skye excited banget ngeliatin jalanan dari jendela mobil. Dia ga rewel dan ga mau bobok. Begitu sampai, kami buka stroller tapi sayangnya Skye ga mau duduk di stroller-nya karena emang jarang banget pake stroller. Mamaknya orang yang simple banget, ga mau repot jadi Skye emang lebih sering digendong sih, hehe.
Jatim Park 3 ini merupakan salah satu Jatim Park Group yang paling muda. Lokasinya ada di Jalan Ir. Soekarno No.144, Beji, Batu , Jawa Timur. Kalau dari arah Malang, tinggal ikuti jalan utama aja ke arah Batu Kota, sampai melewati pertigaan Karanglo, nah tinggal lurus dikit udah sampai. Berada tepat di kiri jalan, bersebelahan dengan Ria Djenaka. Di seberang Jatim Park 3, ada edukasi susu. Kalian bisa menikmati susu khas Batu dengan berbagai macam rasa.
Jatim Park 3 ini buka setiap hari dari jam 11 sampai 10 malam. Wahananya lebih variatif dari Jatim Park pendahulunya. Dua wahana utamanya ada Dino Park dan Legend of Star. Di samping itu, ada juga wahana2 kecil seperti Ice Cream World, Up Side Down, Music Museum, Circus World, Infinite World, Funtech, dan masih banyak lagi. Harga tiketnya bisa dilihat disini ya.
Anak dengan tinggi diatas 85cm dikenakan harga biaya tiket penuh. Hari biasa Senin-Kamis dan Akhir Pekan Jumat – Minggu. Harga segitu untuk menjelajah Jatim Park mah worth it banget.
Skye sama eyang kung
Sepanjang menjelajah Legend of Star, Skye ga mau duduk anteng di stroller. Jadi kami gantian gendong Skye, secara dia beratnya udah 10kg-an, hihi. Pas mau pulang, baru deh dia mau duduk anteng di stroller. Hoalah.
Pulang dari Jatim Park, Skye langsung tidur dengan nyenyak karena sepanjang dari rumah ke Jatim Park sampai pulang lagi, dia sama sekali ga tidur. Besoknya Skye udah harus pulang ke Malang dan kembali ke rutinitas di Daycare.
Skye sebenernya udah bisa berdiri dengan seimbang tanpa pegangan tapi dia masih belum berani melangkah. Tiap kali mau melangkah, langsung jongkok lagi. Aku dan suami terus nyemangatin Skye untuk berani melangkah. Ayo Skye kamu bisa!
Tiga belas bulan lebih dua minggu, akhirnya Skye berani jalan sendiri tanpa pegangan. Bahkan saking senengnya, dia sampe ga mau diem, maunya jalan terus. Selama proses belajar berjalan ini, aku dan suami sengaja ga pakai alat bantu seperti baby walker maupun baby moon walker karena kalau aku baca dari artikel2 kedokteran, alat bantu tersebut justru berbahaya buat anak. Percuma kan dengan harga mahal tapi berbahaya. Mending pakai cara tradisional aja deh dengan bantuan orang tua kan sekalian bisa mendekatkan diri sama anak. Lagipula, ga ada space juga sih di rumah, maklum rumahnya sempit, hihi.
Sekarang, Skye udah bisa jalan cepet. Begitu lihat ruangan yang luas, dia langsung menjelajah. Jadi, kalau jalan2 ke Mall dia udah jalan sendiri. Alhamdulillah udah jarang gendong. Bravo Skye!
Hari ini Skye nyobain cafe baru di Surabaya yang kebetulan deket rumah. Let’s Go Gelato, sesuai dengan namanya main businesscafe ini adalah menjual berbagai macam gelato. Dari rasa yang mainstream sampe rasa yang antimainstream semacam rasa thai tea atau rasa probiotic, hihihi. Lokasinya ada di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.398, Merr Surabaya. Buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Letaknya ada di pinggir jalan utama, sebelahan persis sama Newboss. Tulisannya juga gede banget, jadi gampnag dicari. Di google maps juga udah ada kok.
Harganya cukup ramah kantong. Untuk yang cup, 1 scoop-nya cuma 25K aja, sedangkan yang cone 38K.
Pricelist gelato
Bagi yang lagi pilek, jangan khawatir. Di sini ga cuma gelato aja yang dijual, ada menu snack dan main course seperti platter, kentang goreng, fish and chips dan juga menu beverages seperti hot/ice chocolate, hot/ice tea, dll.
Menu lainnya
Tempatnya bersih, instagramable, dan juga sangat baby friendly. Disediakan baby chair juga meskipun cuma 2 biji, hehe. Skye betah banget lho, bahkan dia aku biarin jalan2 sendiri.
Aku juga udah nyobain fish and chips, mac and cheese, dan platternya. Suprisingly, rasanya enak banget dengan harga yang murah. Porsinya juga banyak, ngenyangin deh.
Mac and cheese
Fish and chips
Platter
Tetiba, datenglah hot chocolate. Sungguh aku terperana karena cangkirnya tuh gede, lebih gede ketimbang cangkir biasa gitu ya. Rasanya sih biasa aja, hahaha.
Hot chocolate
Pulang2 perut kenyang deh. Total makan minum bertiga ga sampe 200K lho. Bakal kesini lagi? Yup.
Memasuki usia 13 bulan, muncul bintik merah2 di leher Skye yang bikin dia terus garuk2. Aku segera bawa Skye ke dokter anak andalan kami, dr Budi Setiawan yang praktek di RKZ Surabaya. Kata dokter, Skye alergi seafood. Yes, semalem dia makan seafood waktu jalan2 ke Transmart. Dokter merespkan obat salep dan obat anti galau gatal untuk Skye.
Bintik2 merah Skye di leher
Seminggu sudah berlalu, gatel di leher sudah berangsur hilang, tapi anehnya muncul bintik2 merah lain di paha, kaki, lengan, muka, punggung bahkan bagian vital. Sebelumnya aku memang dapat Whatsapp dari pengasuhnya Skye di Day Care yang menginfokan kalau di tempat Skye dititipkan itu lagi wabah cacar air. Aku sama sekali ga curiga Skye kena cacar air karena Skye ga demam, ga mual, dan ga rewel.
Cacar air merupakan salah satu penyakit yang mudah sekali menula yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Ga hanya anak2, cacar air juga bisa menular pada orang dewasa, terutama orang yang belum kena cacar air. Virus cacar air dapat menyebar hanya dengan melalui kontak langsung dengan penderita cacar air, bahkan melalui udara. Kata orang sih orang kena cacar air cuma sekali seumur hidup tapi kalau kata dokter ga menutup kemungkinan seseorang kena (lagi). Kondisi cacar dua kali ini tidak ditularkan dari virus seseorang yang sedang terkena cacar air, kondisi ini disebut dengan herpes zoster.
Sebelumnya dokter Budi bilang kalau Skye kena alergi seafood, aku jadi kurang waspada. Karena bintik2nya semakin parah, aku bawa Skye ke dokter kulit. Awalnya dokter kulit bilang kalau itu bukan cacar air karena pas diperiksa, si Skye ngoceh dan ketawa2 (ga demam, ga lemes, bahkan dia sangat aktif). Terus waktu aku perlihatkan bintil merah yang ada cairannya di daerah vital, dokternya baru yakin kalau itu memang cacar air. Si dokter bilang kalau Skye punya daya tubuh yang bagus sehingga dia masih tetep aktif.
Bintik2 merah yang ada cairannya di punggung, berbeda dengan bintik merah yang di leher
Karena positif kena cacar air, Skye selama seminggu (saran dokter) ga boleh dititipkan di Day Care, takut menular ke temen2nya meskipun cacar air yang menyerang Skye ga parah2 banget. Jadi, terpaksa mamak harus cuti. Berhubung cuti mamak tinggal dikit dan lagi banyak banget kerjaan, aku minta bantuan ke ibu mertua untuk jagain Skye di rumah. Alhamdulillah ibu mertua bisa dan mau jagain Skye selama 3 hari (terima kasih ibuk).
Dan sekarang Skye kalau dia tau kalau mau ditinggal, dia suka rewel dan pengen ikut (maklum, selama ini kita bertiga kemana2 bareng terus, hehe). Aku harus pura2 bodo amat karena memang harus cari duit. Setelah sampai kantor, aku dapet kabar dari ibuk kalau Skye udah ga nangis dan malah asik mainan papan ajaib, hihihi.
Alhamdulilah, dalam waktu seminggu Skye sudah sembuh. Bintik2 merahnya sudah mengering dan memudar. Skye rajin diolesin obat salep racikan dokter dan minum antibiotik jadi cepet sembuhnya. Akhirnya SKye bisa dititipkan lagi dan mamak bisa tenang kerjanya.
Hotel Majapahit yang terletak di Jalan Tunjungan St No.65 Surabaya ini merupakan the most historical hotel yang ada di Surabaya. Hotel ini dulunya bernama Oranje Hotel yang dibangun pada tahun 1910 dan sempet ganti nama jadi Hotel Yamato pada masa penjajahan Jepang. Selain sejarahnya yang panjang, bangunan hotel, dekorasi, dan aksen yang diberikan tetap mempertahankan kesan vintage.
Berada di tengah kota, tepat di seberang hotel ini berdiri bangunan megah Tunjungan Plaza, salah satu Mall terbesar di Surabaya dengan kelap kelip lampunya serta bangunan hotel2 mewah seperti Four Points, Sheraton, JW Marriott, Hotel Tunjungan, dll. Di tengah hiruk pikuk pusat kota, Hotel Majaphit memberikan kesan tersendiri bagi penikmat memorabilia kota Surabaya. Banyak cerita mengenai hotel ini, mulai dari yang terkesan dan ingin kembali sampai yang mengalami kejadian horor.
Staycation kali ini aku pengen mencoba sensasi menginap di hotel Majapahit. Aku cek ke Traveloka (salah satu layanan pemesanan tiket dan hotel online favorit saya karena ada fitur Paylater, hihihi). Aku sempet shock sih lihat harganya, termasuk mahal setara dengan JW Marriott gitu. Tipe kamarnya:
Classic IDR 1,192,000 (tanpa sarapan), IDR 1,294,850 (1 orang dengan sarapan), IDR 1,397,701 (2 orang dengan sarapan)
Suite Herritage IDR 1,442,000 (tanpa sarapan), IDR 1,544,850 (1 orang dengan sarapan), IDR 1,647,700 (2 orang denga sarapan)
Suite Majapahit Legendary IDR 2,392,000 (tanpa sarapan), IDR 2,494,849 (1 orang dnegn sarapan), IDR 2,597,700 (2 orang dengan sarapan)
*harga berdasarkan traveloka dan dapat berubaha tergantung tanggal/High Season/Low Season
Aku memilih room Suite Herritage King Bed untuk 2 orang dengan sarapan. Waktu check in kami diminta membayar deposit sebesar IDR 500K bisa menggunakan cash atau credit card. Untuk pembayaran deposit secara tunai, uangnya akan dikembalikan langsung pada saat check out, sedangkan untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, akan dikembalikan ke saldo kartu kredit dalam waktu kurang lebih 7 hari tergantung bank-nya.
Kebetulan aku mendapat kamar tepat di seberang President Suite (kamar khusus untuk tamu2 kehormatan seperti kepala negara atau orang2 penting lainnya). Letak kamarnya cukup jauh dari resepsionis, jadi agak ngos2an sih waktu jalan menuju kamarnya dengan bawa tas ransel dan gendong bayi, hehe. Tapi begitu masuk ruangannya, it’s totally worth it!
President Suite
Begitu masuk ruangan, sempet ada kejadian unik sih. Aku kan suka foto2in dulu kamarnya untuk kebutuhan review di blog mumpung masih rapi. Nah, waktu foto tiba2 ada cahaya semacam flash kamera gitu padahal flash dalam keadaan off (hmmm baeklah). Sedikit gambaran, ruangannya luas banget. Begitu buka pintu, akan ada ruang tamu dengan sofa yang sangat nyaman dan TV. Di atasnya ada ceiling fan jadul yang ada lampunya gitu.
Ruang tamu
Kemudian, di balik sekat akan ada tempat tidur, lemari, dan kaca.
Suite Herritage
Semuanya serba oldies. Mulai dari tempat tidur, lampu, kipas angin, lemari, kaca, bahkan bathub kamar mandi. Nah, ada sedikit cerita lagi nih. Pas malem2, anakku tuh kayak ngelamun gitu ngeliatin ke atas lemari. Matanya sempet aku tutup, tapi tetep melek ga kedip. Takut dong, ini anak ngelihat sesuatu kah di atas lemari (sering denger cerita2 horor kalau something itu suka nongkrong di atas lemari, jadi parno). Langsung aku dekap dan dia langsung tidur. Dan gegara itu, semaleman aku ga bisa tidur nyenyak.
Kasur oldies ala Hotel Majapahit
Malamnya aku order nasi goreng Majapahit, gado-gado, dan milkshake strawberry. Harganya bisa dibilang mahal di atas 50ribuan, tapi porsinya banyak kok (kan ada tuh ya makanan mahal yang porsinya dikit). Rasanya juga enak. Worth it sih. Sebenernya di sekitar hotel banyak jajanan kok, ada Tunjungan Plaza juga. Bagi yang ga mau merogoh kocek lebih dalam, bisa cari makanan di luar hotel ya.
Di Hotel Majapahit sering dijadikan spot untuk foto prewed. Aku pun ga mau kalah, hahaah.
Oiya, kalau ke Hotel Majapahit, jangan lupa untuk foto di rooftopnya ya. Ga ada petunjuknya sih, yang jelas rooftop berada di lantai atas ya (namanya juga rooftop, hehe). Jadi kalau ada tangga, tinggal naik aja, bisa diakses dari tangga yang mana aja kok.
Overall, sangat puas nginep disini. Next kesini lagi? Maybe, kalau ada rejeki, hahaha. Tapi mau nyoabin hotel2 lain dulu sih.
Hari ini Skye berusia 12 bulan alias 1 tahun. Alhamdulilah. Selain makannya tambah banyak, tambah gendut, tambah bulet, tambah lucu, Skye juga udah mulai aktif kesana kemari. Rasa penasarannya mulai tumbuh. Meskipun belum bisa jalan sendiri, tapi dia udah bisa jalan dengen pegangan sesuatu. Sebenernya keseimbangannya udah bagus sih, cuma belum berani melangkah sendiri. Aku dan suami sudah coba diiming2i mainan, tapi begitu pegangan tangannya dilepas, dia langsung jongkok dan merangkak lagi hahaha.
Ga semua bayi mengalami perkembangan yang sama ya, jadi aku santai aja menikmati tiap proses tumbuh kembang Skye. Aku juga ga pernah membandingkan Skye dengan bayi2 lain yang di usia 10 bulan mungkin udah bisa jalan sendiri atau bayi lain yang di usia 1 tahun sudah bisa lari. Biarlah Skye tumbuh dengan kemampuannya sendiri selama perkembanganya masih dalam range normal. Sejak sebelum lahiran, aku memang suka baca2 parenting guide gitu biar ga parno-an, biar ga kudet. Nah, katanya sih masih normal kok kalau bayi belum bisa jalan sendiri di usia 12 bulan.
Skye juga udah bisa ngomong dan nanya meski bahasanya masih asing ya sehingga orang tuanya lah yang harus pintar2 mengartikan. Misal:
“mama” artinya mama (padahal mamaknya pengen banget dipanggil ibu tapi bisanya manggil mama)
“pa” artinya bapak
“ung” artinya eyang kung
“ti” artinya eyang ti
dan masih banyak lagi
Untuk mensyukuri usia Skye yang sudah 12 bulan ini, aku ngadain syukuran (makan2) bersama orang tua dan adikku. Setelah berdiskusi, kami memutuskan makan2 di Taman Indie Resto Malang. Tempatnya luas banget dan family friendly. Kita bisa memilih indoor atau outdoor yang berupa gubug2 dengan pemandangan sawah atau sungai. Di dekat Taman Indie, ada lapangan golfnya juga, jadi cukup menyegarkan mata dengan melihat pemandangan alam, hehe.
Makananya lumayan enak dengan porsi besar. harga menyesuaikan dengan rasa dan kenyamanan. Total 600ribuan untuk berlima (silahkan dinilai sendiri ini termasuk mahal atau engga). Aku juga memesan kue tart super mini gambar bebek di https://www.instagram.com/tartonpatisserie dengan harga 24K dan puding gambar bebek juga di tetangganya adikku dengan harga IDR 5K.
Kue bebeknya terkena guncangan
Puding bebek
“When you were born, I couldn’t even fathom how much you’d come to mean to me. You are my everything. Happy birthday, Skye. I wish you endless joy in life on your birthday, and may it be filled with wonder and delight this year“
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Setelah sebulan berhasil puasa sambil tetep mengASIhi Skye, tiba saatnya di ahri kemenangan. Lebaran tahun ini, kami memutuskan untuk mudik ke Madiun. Untung libur kantor lumayan panjang. Aku berangkat ke Madiun bareng temen kantor naik mobil, nyobain tol baru. Surabaya – Madiun biasanya ditempuh 4 jam, sekarang cuma 2,5 jam aja dengan kecepatan nyantai (via tol). Tarifnya IDR 154,500. Kalau dilihat dari tarifnya sih tergolong mahal ya, tapi kalau rame2 mudiknya ya jadi murah banget.
Tarif tol per Januari 2019 dari Surabaya:
Merak: Rp 649.500
Cikampek: Rp 584.500
Palimanan: Rp 467.500
Cirebon/GT Ciperna: Rp 493.500
Pejagan: Rp 458.500
Brebes Timur: Rp 438.500
Pemalang: Rp 396.000
Batang: Rp 366.000
Semarang: Rp 287.000
Unggaran: Rp 323.000
Boyolali: Rp 274.000
Solo/Yogya via GT Colomadu: Rp 265.000
Sragen: Rp 229.500
Ngawi: Rp 178.500
Madiun: Rp 154.500
Kertosono/GT Nganjuk: Rp 111.000
Mojokerto/GT Mojokerto Barat: Rp 46.500
Sidoarjo: Rp 8.000
Grati/Probolinggo Timur: Rp 44.500
Pasuruan: Rp 48.000
Selama di Madiun, Skye bener2 back to nature, hehe. Pengalaman pertama Skye lihat sapi, kambing, ayam, bebek, megang ikan, jalan2 ke kebun lihat pohon2 dan bunga2an, main ke sawah, sampai mengunjungi Hutan Pinus Nongko Ijo (maklum ya di Surabaya ga ada).
Hutan Pinus Nognko Ijo
Sekilas tentang Hutan Pinus Nongko Ijo ini. Lokasinya di Desa Kare, Kabupaten Madiun. Kalau dari rumah suamik, sekitar 45 menit. Jalannya nanjak karena letaknya di gunung tapi sudah mulus jadi ga berbahaya. Bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, mobil bahkan bus (jangan naik becak ya, kesian tukang becaknya). Tempatnya adem, asri, banyak pohon pinus (yaeyalah namanya juga hutan pinus), dan ada ayunan, rumah pohon, gubug, serta warung makan. Ga ada tiket masuknya, cuma ada biaya parkir motor IDR 5K dan mobil 10K. Betah banget berlama2 disini apalagi sambil menikmati pop mie dan teh anget.
Puas menghabiskan seminggu lebaran dan liburan di rumah Madiun, Skye harus balik ke Surabaya karena harus back to reality. Kami sudah memesan tiket kereta jauh2 hari agar ga kehabisan. Sancaka ekonomi jurusan Yogyakarta – Surabaya merupakan pilihan kami. Meskipun kereta ekonomi, tapi tempat duduknya nyaman (2 seat dan ga berhadap2an), ada AC dan TV. Ibuk dan bapak mertua mengantar kami sampai stasiun Caruban dan menunggu hingga kereta tiba.
Skye bersama ibuk dan bapak mertua
Dua taun lalu, stasiun ini hanya staisun kecil yang ga banyak penumpang dengan fasilitas yang secukupnya. Kini, stasiun Caruban sudah disulap menjadi stasiun keren dengan perbaikan fasiltas yang ada di dalamnya. Stasiunnya juga jau lebih bersih, lebih terang, dan lebih nyaman. Ada fasilitas mushola, kamar mandi bersih, sampai nursery room. Ruang tunggunya juga sangat nyaman, jauh bila dibandingkan dengan dua tahun yang lalu. Kerennya lagi, di sepanjang jalan menuju pintu masuk stasiun, ada lampu otomatis yang kalau ada orang lewat lampunya langsung nyala sendiri dan kalau orangnya udah pergi lampunya langsung meredup (ada yang tau jenis lampu apakah itu?).
Terima kasih pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait yang telah bekerja sedemikian rupa untuk terus memperbaiki fasilitas2 umum yang ada di Indonesia.
It’s dating time! Maaf Skye harus di rumah dulu ya karena mamak bapak mau ngedate, hihi. Kali ini kami mau ke Coban Talun dan Snack Wonderland yang ada di Kota Batu, Jawa Timur.
Coban Talun berlokasi di Dusun Wonorejo, Desa, Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Kami berangkat dari Malang naik motor menempuh sekitar 1 jam perjalanan karena waktu itu ga macet sama sekali. Tiket masuknya IDR 15K per orang (sangat murah kan) dengan tarif parkir motor IDR 2K dan mobil IDR 5K. Dulunya di Coban Talun ini hanya ada air terjun sebagai objek wisata utama. Sekarang disana ga cuma ada air terjun aja, tapi juga ada taman bunga, Apache camp, dan Rumah Pagupon. Rumah Pagupon bisa disewa lho dengan tarif IDR 400K – 500K per malam untuk maximum 4 orang. Konsepnya cukup unik karena rumah ini ga kayak hotel2 lainnya yang fasilitasnya mewah tapi memang dibuat back to nature gitu.
Rumah Pagupon
Di depan rumah pagupon ini ada taman bunga yang sangat cantik dan menjadi spot favorit orang2 kalau berkunjung kesini.
Taman bunga
Selain taman bunga dan rumah pagupon, ada juga rumah hobbit yang kayak di New Zealand gitu. Jadi untuk lihat rumah hobbit, ga perlu jauh2 terbang ke New Zealand ya, hihihi. Tempatnya cukup tersembunyi jadi kamu harus bener2 mengeksplore dengan baik tiap spot2 yang ada disana ya.
Rumah hobbit
Rumah pagugon, taman bunga, dan rumah hobbit berada dalam satu lokasi yang sama. Sedangkan di lokasi lain masih ada Apache camp. Disana kamu bisa sewa baju ala Apache lho biar foto kmau semakin totalitas, haha. Sayangnya waktu itu aku belum sempet nyobain Apache camp karena harus lanjut ke Snack Wonderland.
Snack Wonderland ini berada di Jalan Raya Sengkaling No.213 Kec. Dau, Malang. Jadi, kalau dari arah Batu, tinggal turun aja ke arah Malang. Jangan membayangkan tempatnya gede ya (karena sebelumnya aku membayangkan seperti itu). Snack Wonderland ini hanya rumah biasa yang berada di pinggir jalan yang dalemnya dibuat spot2 foto, that’s it. Tiket masuknya IDR 40K per orang (weekend) dan IDR 30K per orang (weekday). Tempatnya terdiri dari 2 lantai, di lantai bawah kamu bisa menemukan donat, Kinderjoy, Chupachup, dan semacamnya.
Salah satu spot id lantai 1
Sedangkan di lantai 2, tempatnya lebih sempit dan hanya ada macaroon dengan tulisan “Snack Wonderland”. Entah kenapa tulisan “Snack Wonderland”nya justru berada di lantai 2.
Salah satu spot di lantai 2
Pas mau pulang, tiba2 aku menemukan salah satu spot yang sangat menarik. Spot tersebut serba hitam, dan waktu aku nanya ke petugasnya ternyata itu adalah spot electric.
Spot favoritku, haha
Menurut aku sih, lebih menarik di Coban Talun ya daripada di Snack Wonderland karena memang aku lebih suka spot foto yang pemandangan alam gitu. Re-visit? No. Mau coba tempat lain aja, hehe.
Ga terasa Skye udah mau satu tahun aja. Ga terasa juga emak semakin tua, hahaha. Di usia 10 bulan, saya dan suami lagi rajin ngajakin Skye hunting foto. Tiap weekend kami mejelajah spot2 di Surabaya. Pertama kami ke Taman Prestasi yang ada di dekat Balai Kota. Tamannya cukup terawat tapi sayang mainnanya kurang terawat. Kalau anak kecil megang ayunan yang udah berkarat atau main prosotan yang kotor pasti bahaya tuh. Padahal kalau semuanya dirawat, pasti akan banyak warga Surabaya yang dateng kesitu. Selain gratis, tamannya juga luas. Pas untuk sekedar duduk2 sambil jagain anak main.
Ayunan di Taman prestasi Surabaya
Sejak Surabaya dipegang sama Bu Risma, taman2 di Surabaya jadi makin banyak dan makin terawat. Salah satu taman yang paling terkenal yaitu Taman Bungkul. Selain Taman Bungkul, masih banyak taman2 lain yang ada di Surabaya lho. Misalnya Taman Prestasi, Taman Kunang-Kunang di Penjaringan Sari, Taman Harmoni di Keputih, Taman Flora di Ngagel, Taman Lansia di Gubeng, Kebun Bibit di Wonorejo, dan Taman Korea di dr Soetomo.
Steelah puas menjelajah Taman Prestasi, kami lanjut ke Taman Korea. Taman ini menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Korea. Disana ada tugu yang bertuliskan tulisan Korea dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Taman Korea ini juga sangat terawat tapi disana ga ada mainannya ya. Taman ini cocok untuk santai2 menikmati udara sore kota Surabaya.
Taman korea Surabaya
Ngomong2 soal Korea, kami ikutan video competition Yummy Bites yang hadiahnya ke Korea, hihihi (mencoba peruntungan). Demi pembuatan video itu, kami memutuskan staycation di Novotel Surabaya dengan pertimbangan disana akan banyak spot bagus untuk shooting. Saya memesan kamar Double Room Superior with breakfast untuk semalam. Review tentang Novotelnya bisa dicek disini ya.
Susah2 gampang ya ngajak Skye acting, hahaha. Untung dia sumeh anaknya jadi gampang disuruh ketawa. Apalagi disuruh makan, disodorin biskuitnya langsung mangap doi. Scene 1 diambil di kamar hotel. Kami ambil scene1 ini pas sore2 baru nyampe hotel langsung shoot, hehe. Scene selanjutnya scene outdoor yang kami ambil keesokan harinya setelah breakfast. Ada beberapa spot dalam scene outdoor ini. Tantangannya adalah membuat Skye tetep fokus ke kamera, hahaha.
Setelah shooting selesai, proses selanjutnya adalah editing. Untung punya suami yang jago beginian, jadi 2 hari udah selesai semuanya. Hasilnya bisa dicek disini ya. Deadlinenya masih 2 Juni 2019 kok. Buat buibu yang mau ikutan juga, yuk segera upload videonya, biar bisa ke Korea (ngarep). Semoga beruntung yah 🙂