Setelah Skye lahir, kami sempat menimbang2 Skye akan dititipkan kemana ketika aku sudah harus masuk kerja lagi. Jatah cuti 3 bulan terasa kurang, rasanya ingin resign saja. Tapi tanggungan masih banyak jadi masih harus bertahan di kerjaan yang sekarang, hehe. Waktu itu sempat dihadapkan pada beberapa pilihan:
1. Menitipkan Skye di rumah mertua di Madiun
(+) Udah pasti aman lah kalau Skye sama bapak ibu mertua
(-) Ga bisa ketemu tiap hari, apalagi waktu itu belum ada tol seperti saat ini jadi Surabaya – Madiun biasa ditempuh kurang lebih 4 jam perjalanan (belum kalau pas macet gitu)
(-) Ga bisa kasih ASI eksklusif. Kalaupun diperah dan disimpan, sepertinya ASI perahku ga akan mencukupi kebutuhan Skye selama seminggu
2. Menitipkan Skye di rumah Malang
(+) Lebih deket sih dari Surabaya, memungkinkan untuk sering2 nengokin Skye
(-) Ga ada yang ngerawat karena di rumah Malang hanya ada ayahku dimana beliau juga bekerja
3. Sewa ART/Babysitter di Surabaya
(+) Tiap hari ketemu Skye dan bisa kasih ASI eksklusif
(-) Ga ada tempat yang memadai karena kami tinggal di apartemen, kasihan juga tuh ART/Babysitter ga bisa kemana2
(-) Susa cari ART/Babysitter paruh waktu
4. Daycare
(+) Tetep bisa ketemu Skye tiap hari dan bisa kasih ASI eksklusif
(-) Harus sangat selektif cari Daycare karena selama ini belum pernah cari2 dan ga punya info sama sekali mengenai Daycare di Surabaya
Awalnya kami mencoba mencari ART/Babysitter tapi rata2 biaya menyewa ART/Babysitter di Surabaya tidaklah murah, sekitar Rp 2,000,000/bulan hanya untuk gendong bayi kecil, kasih susu, dan nemenin tidur doang (kan waktu itu Skye belum makan juga). Rencana kami mencari ART/Babysitter paruh waktu saja karena kami ga menyediakan tempat tinggal buat mereka. Kami juga sempat bertanya ke teman2 dan sodara apakah ada kenalan untuk ART/Babysitter ini, kalau berdasarkan rekomendasi seharusnya lebih aman ya. Seminggu dua minggu belum ada tanda2 keberadaan ART/Babysitter. Lalu aku pun mendapat cerita yang ga enak dari beberapa teman mengenai ART/Babysitter yang kurang bertanggungjawab. Makin berpikir dua kali deh. Oke, aku memutuskan move on ke alternatif lain.
Kemudian kami mencoba mencari Daycare. Aku mulai gugling “Daycare Surabaya” lalu muncullah beberapa review Daycare dan beberapa blog mengenai pengalamannya mencari dan menitipkan anak di Daycare. Sempet nanya2 ke beberapa Daycare yang paling bagus review-nya. Tapi pilihan pertamaku ada pada Masha Daycare. Dari review sih bagus, dari sosmed juga oke, nuansanya islami, dan yang paling penting adalah lokasinya deket banget dari kantor (sekitar 3 menit naik motor dan 10 menit jalan kaki santuy). Wah, kalau emang rejekinya Skye disitu bakal alhamdulillah banget ini. Aku coba menelpon. Waktu aku telpon, yang jawab langsung owner-nya, namanya Bunda Eni. Beliau menyuruh kami datang dan bertemu suaminya, Bapak Sugeng untuk mendapat penjelasan lebih lanjut.

Masha Daycare
Lokasi: Jl. Mojo Kidul no 142 Surabaya (depan SDN Mojo VI) dan mereka baru saja membuka cabang baru di Jl. Kalidami VII No. 14 Surabaya
Telpon: 085648441800
Website: https://masha-children-day-care.business.site
Instagram: @mashadaycare
Keeseokan harinya aku dan suamik datang ke Daycare tersebut. Tempatnya persis di seberang SD, bangunan rumah yang dijadikan tempat penitipan anak lengkap dengan mainannya. Ruangan paling depan adalah semacam office, tempat untuk menerima tamu. Lalu ada teras dengan ayunan dan perosotan. Memasuki dalam rumah, kami disambut anak2 kecil yang berlarian (waktu itu ada sekitar belasan anak). Di dalamnya cukup besar, ruang bayi dan balita dipisah. Terdapat 3 kamar yang cukup luas dan dilengkapi AC, 1 kamar khusus bayi, dan 2 kamar khusus balita perempuan dan laki2. Ruang tengah merupakan ruang bermain indoor beralaskan mat yang empuk, terdapat TV, dan tempat untuk belajar berjalan. Sementara yang paling belakang adalah kamar mandi. Seluruh tempat ini dilengkapi dengan cctv, jadi para orang tua yang ingin memantau anaknya bisa meminta rekaman cctv-nya.
Setelah puas melihat2, kami diberikan pricelistnya dan penjelasan untuk sistem pembayaran dll. Sebenernya ga murah juga sih, tapi ini mungkin lebih baik ketimbang menyewa ART/Babysitter, pikirku. Kenapa? Karena disana Skye akan banyak temennya, banyak mainan pula, dan banyak yang jagain. Lalu mereka menjanjikan laporan harian berupa foto2 kegiatan yang akan dikirim by Whatsapp. Dan terlebih lagi kan ada cctv tuh, jadi aku ga insecure ninggalin Skye disana. Semaleman mempertimbangkan dengan suamik dan kami memutuskan untuk menitipkan Skye disana (trial 1 minggu dulu).

Hari pertama Skye dititipkan adalah di usia 2.5 bulan, agak ga tega sih, tapi alhamdulillah dia baik2 aja. Ga rewel dan minum ASI perahnya lancar. Oiya, selama Skye di Daycare aku membawakan 2 botol ASIP dan mengirim ketika ASIP sudah habis. Satu hari aja, Skye bisa habis 4-5 botol yang masing isinya 150 ml. Mereka menyiapkan kulkas dan pemanas untuk menyimpan dan memanaskan ASIP-nya. Jadi ga perlu menyiapkan ice gel sendiri. Selama satu minggu dititipkan disana, Skye ga ada masalah. Pengiriman ASIP juga ga ada kendala karena jarak kantor dan Daycare sangatlah dekat. Kadang aku mengirimnya sendiri, kadang minta tolong sama OB, hehe. Kami pun memutuskan untuk tetap menitipkan Skye di Daycare sampai saat ini Skye sudah memasuki 20 bulan, yang tadinya dia di kelas bayi udah naik ke kelas balita.

Sekarang Skye sudah jadi senior dan punya adek2 bayi. Umur anak yang dititipkan disana dari 3 bulan sampai 2 tahunan. Kegiatannya lumayan banyak, mulai dari renang setiap satu bulan sekali di hari Jumat minggu terakhir, mengaji, hafalan doa sehari2, imunisasi, timbang dan ukur tinggi badan tiap bulan, sedekah, dan event2 seperti Maulid Nabi, 17 Agustusan, Hari Pahlawan, dll. Pengasuhnya pun super ramah yang dipanggil dengan sebutan “bunda”. Untuk anak usia balita akan disediakan makan siang lho, jadi buibu ga perlu repot2 masak sebelum berangkat kerja. Kadang aku hanya bawakan roti dan camilan. Selain itu, barang pribadi yang perlu disediakan sendiri adalah perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, minyak telon, bedak, baju ganti, obat2an, dan susu.
Menurut kami, menitipkan Skye di Daycare adalah solusi terbaik dilihat dari kekurangan dan kelebihannya.
Kekurangan:
– Gampang tertular sakit kalau ada anak lain yang sakit karena memang tiap harinya bertemu dengan banyak orang
– Kadang kebersihannya kurang (misal saat memandikan kadang telinga ga dibersihkan)
Kelebihan:
– Jadi gampang bersosialisasi dengan orang baru, mandiri, ga penakut, sementara kalau sewa ART/Babysitter ketemunya cuma sama ART/Babysitter-nya aja
– Diajarkan berbagai macam hal, sementara kalau sewa ART/Babysitter cuma dijagain aja
– Banyak mainan yang Skye ga punya di rumah seperti ayunan dan perosotan
– Dengan harga segitu udah dapet makan, sementara kalau sewa ART/Babysitter dengan harga yang sama masih harus menyediakan makan buat mereka
Nah, untuk buibu pekerja di luar sana, jangan ragu untuk menitipkan anak di Daycare ya. Tapi ingat, harus selektif, jangan sampai salah pilih Daycare yang malah membahayakan anak. Stay productive! 🙂