Saatnya mengunjungi mbah Skye di Madiun. Horeey! Kami memutuskan naik kereta karena memang paling efisien. Kereta Sancaka tujuan Surabaya – Yogyakarta dimana kami turun di Stasiun Caruban merupakan andalan kami untuk berkunjung ke Madiun. Kalau di kereta, Skye bisa jalan2 menyusuri lorong2 kereta, sementara kalau naik bis (boro2 mau jalan, duduk aja udah bikin pusing). Belom lagi kalau macet, bisa makin lama nyampenya.
Jam 5 sore, sepulang kerja, kami langsung menuju Stasiun Gubeng yang lokasi hanya 5 menit dari kantorku dan Daycare-nya Skye. Kereta berangkat jam setengah 6 sore dan sampai di Stasiun Caruban jam malam 8 malam. Kami memilih kereta jenis Ekonomi saja seharga Rp 120,000/orang. Meskipun ekonomi, tapi keretanya ber-AC dan kursinya ga berhadap2an (kursinya sama seperti yang eksekutif tapi lebih sempit aja), tidak seperti kereta ekonomi lainnya.
Update: baru2 ini Kereta Sancaka udah ga bisa turun di Stasiun Caruban lagi, hanya bisa di Stasiun Madiun. Huhuhu, sedihnya.
Setelah aku mengamati dunia perkeretaan, ternyata kalau kereta ekonominya gabung sama eksekutif atau bisnis, biasanya tempat duduknya ga berhadap2an dan lebih nyaman. Tapi kalau keretanya hanya ekonomi saja, terutama jarak pendek, sudah bisa dipastikan kalau tempat duduknya akan berhadap2an, lebih sempit, dan bangkunya ga ergonomis (bikin punggung sakit cooy). Untuk lebih memastikan lagi, bisa dicek waktu milih tempat duduknya.
Kalau di Madiun Skye tuh seneng banget, serasa punya tempat bermain yang luas. Dia bisa main sama ayam, main di kebon bunga, sampe glesotan di teras. Pokoknya Skye bisa bebas dari gadget lah selama disana dan lebih bermain dengan alam yang mana udah jarang banget ditemui di Surabaya.



Makan juga jadi lebih sering karena mbahnya selalu bikin makanan atau kue yang enak2. Pernah tuh ya, paginya dia udah makan sop, terus makan bolu pandan, terus makan bubur, terus masih minta jajanan pula. Siangnya makan pisang, terus makan bolu pandan lagi, terus makan bayem. Sorenya makan es campur. Malemnya makan bolu pandan sama bubur. Gilak.

Sayangnya, cuma bisa beberapa hari aja di Madiun dan harus balik ke Surabaya untuk cari duit lagi, hahaha. See you next time 🙂