Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Setelah sebulan berhasil puasa sambil tetep mengASIhi Skye, tiba saatnya di ahri kemenangan. Lebaran tahun ini, kami memutuskan untuk mudik ke Madiun. Untung libur kantor lumayan panjang. Aku berangkat ke Madiun bareng temen kantor naik mobil, nyobain tol baru. Surabaya – Madiun biasanya ditempuh 4 jam, sekarang cuma 2,5 jam aja dengan kecepatan nyantai (via tol). Tarifnya IDR 154,500. Kalau dilihat dari tarifnya sih tergolong mahal ya, tapi kalau rame2 mudiknya ya jadi murah banget.
Tarif tol per Januari 2019 dari Surabaya:
- Merak: Rp 649.500
- Cikampek: Rp 584.500
- Palimanan: Rp 467.500
- Cirebon/GT Ciperna: Rp 493.500
- Pejagan: Rp 458.500
- Brebes Timur: Rp 438.500
- Pemalang: Rp 396.000
- Batang: Rp 366.000
- Semarang: Rp 287.000
- Unggaran: Rp 323.000
- Boyolali: Rp 274.000
- Solo/Yogya via GT Colomadu: Rp 265.000
- Sragen: Rp 229.500
- Ngawi: Rp 178.500
- Madiun: Rp 154.500
- Kertosono/GT Nganjuk: Rp 111.000
- Mojokerto/GT Mojokerto Barat: Rp 46.500
- Sidoarjo: Rp 8.000
- Grati/Probolinggo Timur: Rp 44.500
- Pasuruan: Rp 48.000
Selama di Madiun, Skye bener2 back to nature, hehe. Pengalaman pertama Skye lihat sapi, kambing, ayam, bebek, megang ikan, jalan2 ke kebun lihat pohon2 dan bunga2an, main ke sawah, sampai mengunjungi Hutan Pinus Nongko Ijo (maklum ya di Surabaya ga ada).

Sekilas tentang Hutan Pinus Nongko Ijo ini. Lokasinya di Desa Kare, Kabupaten Madiun. Kalau dari rumah suamik, sekitar 45 menit. Jalannya nanjak karena letaknya di gunung tapi sudah mulus jadi ga berbahaya. Bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, mobil bahkan bus (jangan naik becak ya, kesian tukang becaknya). Tempatnya adem, asri, banyak pohon pinus (yaeyalah namanya juga hutan pinus), dan ada ayunan, rumah pohon, gubug, serta warung makan. Ga ada tiket masuknya, cuma ada biaya parkir motor IDR 5K dan mobil 10K. Betah banget berlama2 disini apalagi sambil menikmati pop mie dan teh anget.
Puas menghabiskan seminggu lebaran dan liburan di rumah Madiun, Skye harus balik ke Surabaya karena harus back to reality. Kami sudah memesan tiket kereta jauh2 hari agar ga kehabisan. Sancaka ekonomi jurusan Yogyakarta – Surabaya merupakan pilihan kami. Meskipun kereta ekonomi, tapi tempat duduknya nyaman (2 seat dan ga berhadap2an), ada AC dan TV. Ibuk dan bapak mertua mengantar kami sampai stasiun Caruban dan menunggu hingga kereta tiba.

Dua taun lalu, stasiun ini hanya staisun kecil yang ga banyak penumpang dengan fasilitas yang secukupnya. Kini, stasiun Caruban sudah disulap menjadi stasiun keren dengan perbaikan fasiltas yang ada di dalamnya. Stasiunnya juga jau lebih bersih, lebih terang, dan lebih nyaman. Ada fasilitas mushola, kamar mandi bersih, sampai nursery room. Ruang tunggunya juga sangat nyaman, jauh bila dibandingkan dengan dua tahun yang lalu. Kerennya lagi, di sepanjang jalan menuju pintu masuk stasiun, ada lampu otomatis yang kalau ada orang lewat lampunya langsung nyala sendiri dan kalau orangnya udah pergi lampunya langsung meredup (ada yang tau jenis lampu apakah itu?).
Terima kasih pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait yang telah bekerja sedemikian rupa untuk terus memperbaiki fasilitas2 umum yang ada di Indonesia.