Kali ini saya akan membagikan pengalaman pribadi saat perpanjang SIM di bulan Januari 2019. Kebetulan saya berlokasi di Surabaya, sementara SIM saya Malang. Apakah memungkinkan perpanjang SIM tidak di daerah asal? Jawabannya, BISA. Sekarang ini kan jaman udah canggih ya. KTP juga udah elektronik (e-KTP) which is sudah bisa diakses secara global. Apa saja syaratnya?

- Siapkan surat keterangan sehat, bisa dari puskesmas atau dokter manapun. Klo di puskesmas, biaya lebih murah, bahkan gratis. Kali ini saya memilih minta surat keterangan sehat di dokter umum dengan membayar Rp 50,000 per surat keterangan sehat. Karena saya akan perpanjang sim A dan C maka saya buat 2 surat keterangan sehat, berarti saya harus membayar Rp 100,000. Kenapa saya ga bikin di puskesmas? Alasannya, saya harus kerja jam 9 pagi dan tidak memungkinkan untuk berlama2 antri di puskesmas. Yes, saya tau klo ke puskesmas saat ini bisa antri online. Tapi saya pernah ya anter Skye imunisasi ke puskesmas. Saya sudah antri online, dapet antrian no 2 dimana tertulis jam 8.00-8.30. Saya dan suami datang jam 7.30 untuk daftar, bayar Rp 5,000 untuk biaya pendaftaran, dan duduk manis di ruang tunggu. Waktu itu, saya amati, ada 4 orang yang nunggu. Jam 8.00 dokternya udah pada dateng. Tapi kok ga dipanggil2 yang urutan 1? Barulah sekitar jam 8.30 mereka mulai memanggil pasien masuk ruangan. Saya yang antrian no 2 harusnya ga lama lagi dipanggil dong. Eh, kok yang dipanggil bukan Skye. Lalu setelah pasien kedua keluar, barulah Skye dipanggil. Padahal klo dilihat dari jadwal seharusnya jam 8.00-8.30 tapi pada kenyataannya baru dipanggil jam 9.00, jadi saya telat dong masuk kerja. Baeklah. Sejak saat itu, saya ga mau lagi ke puskesmas (monmaap).
- SIM asli yang akan diperpanjang beserta fotocopiannya. Karena saya akan perpanjang 2 SIM, jadi saya fotocopi kedua SIM tersebut. Untuk jaga2, saya fotocopi masing2 5 lembar, hehe.
- Fotocopi KTP dan menunjukkan KTP asli
- Uang baik secara fisik maupun cashless (waktu itu saya bayarnya pakai gopay, ada cashback-nya pula. Akan saya bahas lebih lanjut di bawah ya).
Jam istirahat, saya datang ke SIM corner yang ada di Tunjungan Plaza dengan membawa semua persyaratannya yang sudah saya susun rapi di dalam sebuah map plastik. Antrian sudah mengular. Saya mengantri sekitar setengah jam sampai giliran saya. Saya tunjukkan semua dokumen dan petugasnya bilang “Ini KTP luar kota ga bisa urus disini. Silahkan ke SIM keliling yang di Taman Bungkul ya”. Damn! Kenapa ga ada pemberitahuannya, tau gitu saya ga perlu berlama2 antri gini. Jadi, bagi para readers yang mau perpanjang SIM dan KTP kalian bukan Surabaya (luar kota), TIDAK BISA PERPANJANG DI SIM CORNER TUNJUNGAN PLAZA ya.
Besok paginya, sekitar jam setengah 8, saya datang ke Taman Bungkul. Disana sudah ada beberapa orang yang mengantri. Jam 8 lebih, bus SIM keliling datang. Petugas membagikan formulir untuk diisi. Pas giliran saya, saya menyerahkan semua dokumen persyaratan. Setelah dicek, si petugas bilang “Ini ga bisa perpanjang disini ya, harus ke Colombo. Soalnya nomor SIM A dan C sama jadi harus diurus dulu”. WHAAATT? Yang bikin nomer siapa? yang repot siapa? Mana saya tau tentang penomoran SIM. Saya balik ke kantor dengan perasaan KEZEL.
Minggu depannya, setelah absen dan ijin ke atasan untuk perpanjang SIM, saya naik gojek ke Colombo (sekitar jam 8.30). Alamatnya di Jl. Ikan Kerapu No.2-4 Surabaya which is I have no idea at all itu dimana wkwkwk. Daripada naik motor sendiri dan ga nyampe2 malah menyita waktu, makanya aku memilih untuk naik gojek. Ternyata tempatnya ga sejauh yang aku bayangkan, sekitar 20 menitan lah dari kantor. Tempatnya out of nowhere banget, aku belom pernah ke daerah itu sama sekali.
Sesampainya disana, ada petugas yang memeriksa dokumen2 dan KTP asli. Setelah itu, saya diarahkan ke pintu masuk. Cukup jauh sih jalannya dan panas. Ketika masuk ke dalam gedungnya, ada petugas yang memberikan formulis untuk diisi beserta nomer antriannya. Kebetulan saat itu saya dapat nomer 33. Belum selesai mengisi formulisnya, sekitar 10 menit dari saya duduk di tempat tunggu sambil mengisi formulir, saya dipanggil ke ruang verifikasi dokumen. Saya bilang ke petugasnya “formulir saya belum selesai saya isi semua”. Tapi kata petugasnya gpp, diisi sambil jalan aja. Oh, baeklah. Selesai pengecekan dokumen dan perbaikan data, saya diarahkan ke ruang foto. Sembari menunggu saya dipanggil, saya lanjutkan isi formulirnya. 10 menit kemudian, saya dipanggil untuk foto (alhamdulillah formulir saya juga sudah terisi semua). Saya difoto dan bapaknya nanya “fotonya gini apa diulang?”. Saya bilang “cukup pak gitu aja”. Terus saya diarahkan ke ruang pembayaran dan pengambilan SIM. Lah, pikir saya ini formulir diapain?
Saya mengikuti petunjuk yang mengarahkan ke ruang pembayaran dan pengambilan SIM. Ruangan tersebut berada di luar gedung. Jadi, kita harus keluar gedung dulu, lalu masuk ke ruangan yang ada di sisi kiri. Ketika membuka pintu ruangan tesebut, saya disambut ramah sama mbak2 berkerudung. Dia memberikan info mengenai pembayaran SIM melalui gopay dimana ada cashback. Saya langsung mengiyakan dong, secara banci promo banget akutu, hahaha.
Biaya perpanjangan SIM:
- SIM A, B1, B2 : Rp 80,000
- SIM C: Rp 75,000
- SIM D: Rp 30,000
Total yang aku bayarkan untuk perpanjang SIM A dan C adalah Rp 155,000. Wait, cashback-nya Rp 20,000 jadi saya hanya bayar Rp 130,000 dong. Setelah saya bayar, mbak2nya itu yang membantu saya menyerahkan formulir yang selesai saya isi ke counter. Saya tinggal duduk manis aja sembari menunggu SIM saya. Ga sampe 5 menit, nama saya dipanggil yang artinya SIM saya udah jadi. Alhamdulillah. Total waktu proses perpanjang SIM di Colombo ini sekitar 30 menit aja. Wow! Padahal saya sudah ijin bahkan akan mengajukan cuti kalau2 sampai jam istirahat saya proses perpanjangan SIM ini belum selesai. Tapi kenyataannya, jam 10 kurang saya sudah duduk manis di kantor. Dan rincian pengeluaran saya untuk perpanjangan SIM ini adalah:
- Dua buah surat kesehatan: Rp 100,000
- Gojek kantor-Colombo-kantor: Rp 18,000
- Perpanjang SIM: 130,000



Pengalaman bapak saya perpanjang di Colombo bulan September 2019 berbanding terbalik dengan saya. Bapak saya datang sekitar jam 9.25 pagi, dapet nomer antrian 360 dan baru dapet SIM sekitar jam 7 malem. Apakah orang2 yang perpanjang di bulan September lebih banyak dibanding di bulan Januari? Entahlah, mungkin saat itu saya sedang beruntung.